Ketahui Manfaat Masker Tanah Liat dan Cara Menggunakannya

Kompas.com - 21/11/2020, 18:31 WIB
Ilustrasi clay mask ThinkstockphotosIlustrasi clay mask

KOMPAS.com - Masker tanah liat atau clay mask adalah salah satu produk perawatan kulit yang populer saat ini.

Namun, orang-orang sebenarnya telah menggunakan tanah liat selama berabad-abad untuk meningkatkan kesehatan kulit dan rambut mereka.

Dikutip Healthline, 5 Juni 2020, masker wajah dari tanah liat terdiri dari salah satu dari beberapa jenis tanah liat, seperti kaolin atau bentonit.

Masker itu mempunyai beragam manfaat, mulai dari menyerap minyak berlebih hingga mencegah timbulnya jerawat.

Baca juga: Masker Wajah dari Akar Sayuran, Mau Coba?

Manfaat

1. Mencegah Jerawat

Masker tanah liat berpotensi menyerap minyak dari kulit Anda dan mencegah bentuk jerawat ringan, seperti komedo, komedo putih, dan bintil. Jenis jerawat ini terbentuk ketika pori-pori tersumbat oleh kotoran dan minyak yang berlebihan.

Untuk mengatasi komedo atau jerawat lain itu, disarankan untuk mengoleskan campuran bedak tanah liat dan air hangat.

Namun untuk jerawat yang lebih parah, sebaiknya tidak menggunakan masker tanah liat, karena masker ini tidak menargetkan akar penyebab jerawat yang mungkin disebabkan oleh faktor hormonal.

2. Membuka pori-pori dan merawat kulit berminyak

Mengaplikasikan masker tanah liat ke wajah akan menghilangkan minyak berlebih dari pori-pori. Banyak orang mengklaim tanah liat hijau adalah yang terbaik untuk mengeringkan kulit Anda.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tembus 1 Juta Lebih Kasus Covid-19, Indonesia Masuk 20 Besar di Dunia?

Tembus 1 Juta Lebih Kasus Covid-19, Indonesia Masuk 20 Besar di Dunia?

Tren
Ancam Hengkang dari Australia, Google Pernah Bermasalah dengan 4 Negara Ini

Ancam Hengkang dari Australia, Google Pernah Bermasalah dengan 4 Negara Ini

Tren
[HOAKS] Dokter di Palembang Meninggal Dunia gara-gara Vaksin Covid-19

[HOAKS] Dokter di Palembang Meninggal Dunia gara-gara Vaksin Covid-19

Tren
Pengganti WhatsApp, Berikut 4 Aplikasi Pesan yang Lindungi Privasi

Pengganti WhatsApp, Berikut 4 Aplikasi Pesan yang Lindungi Privasi

Tren
Update Corona di Dunia 27 Januari: 100 Juta Kasus | WHO Rilis Pedoman Klinis Terbaru untuk Rawat Pasien Covid-19

Update Corona di Dunia 27 Januari: 100 Juta Kasus | WHO Rilis Pedoman Klinis Terbaru untuk Rawat Pasien Covid-19

Tren
Update Gunung Merapi: Terjadi Guguran Awan Panas 1.200 Meter dan Hujan Abu Tipis di Sejumlah Daerah

Update Gunung Merapi: Terjadi Guguran Awan Panas 1.200 Meter dan Hujan Abu Tipis di Sejumlah Daerah

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Gudang Senjata Militer di Nigeria Meledak, Lebih dari 1.000 Orang Meninggal

Hari Ini dalam Sejarah: Gudang Senjata Militer di Nigeria Meledak, Lebih dari 1.000 Orang Meninggal

Tren
Pasien BPJS Disebutkan Diminta Bayar Obat Rp 229 Juta, Bagaimana Aturan Kemenkes?

Pasien BPJS Disebutkan Diminta Bayar Obat Rp 229 Juta, Bagaimana Aturan Kemenkes?

Tren
Sudah Lengser, Apa Hukuman bagi Trump jika Terbukti Bersalah dalam Sidang Pemakzulan?

Sudah Lengser, Apa Hukuman bagi Trump jika Terbukti Bersalah dalam Sidang Pemakzulan?

Tren
Tembus 1 Juta Kasus Covid-19, Bagaimana Posisi Indonesia di Asia?

Tembus 1 Juta Kasus Covid-19, Bagaimana Posisi Indonesia di Asia?

Tren
Link Siaran Langsung Penyuntikan Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Presiden Jokowi

Link Siaran Langsung Penyuntikan Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Presiden Jokowi

Tren
Sudah Suntik Vaksin Tetap Bisa Terinfeksi, Lalu Apa Gunanya Vaksin?

Sudah Suntik Vaksin Tetap Bisa Terinfeksi, Lalu Apa Gunanya Vaksin?

Tren
Hati-hati Penipuan CPNS dengan Modus Penerbitan NIP

Hati-hati Penipuan CPNS dengan Modus Penerbitan NIP

Tren
WHO Rencanakan Persetujuan Beberapa Vaksin Covid-19, Apa Saja?

WHO Rencanakan Persetujuan Beberapa Vaksin Covid-19, Apa Saja?

Tren
[POPULER TREN] Jadwal CPNS 2021 | Aturan dan Syarat Perjalanan PPKM Jilid II  Jawa-Bali

[POPULER TREN] Jadwal CPNS 2021 | Aturan dan Syarat Perjalanan PPKM Jilid II Jawa-Bali

Tren
komentar
Close Ads X