Ancaman Lonjakan Kasus Corona karena Demo, Pemerintah Diminta Hati-hati Buat Regulasi

Kompas.com - 10/10/2020, 06:30 WIB
Ratusan massa yang terdiri dari organisasi masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi menolak Omnibus Law di Gedung DPRD Kalbar, Kamis (8/10/2020). Aksi tersebut berakhir ricuh dan dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTARatusan massa yang terdiri dari organisasi masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi menolak Omnibus Law di Gedung DPRD Kalbar, Kamis (8/10/2020). Aksi tersebut berakhir ricuh dan dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian.
Penulis Mela Arnani
|

KOMPAS.com - Demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia dalam rangka menolak omnibus law  UU Cipta Kerja memunculkan kekhawatiran terjadinya lonjakan kasus infeksi Covid-19.

Seperti diketahui, pandemi virus corona yang telah menginfeksi ratusan ribu orang di Tanah Air belum usai.

Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, menilai pemerintah dan DPR harus mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut.

Selaku pembuat kebijakan, pemerintah harus mempertimbangkan dan mempelajari manajemen risiko dengan matang.

"Karena situasi pandemi yang seperti ini jangan sampai keluar kebijakan yang menimbulkan pro kontra yang masif di masyarakat, yang akhirnya timbulah aksi-aksi demo seperti ini," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Jumat (9/10/2020).

Baca juga: Epidemiolog Prediksi Kasus Covid-19 Melonjak dalam 2 Minggu ke Depan, Bisa Capai 10.000 Per Hari

Mengendalikan pandemi virus corona, lanjut dia, juga memerlukan kehandalan manajemen risiko, selain keilmuwan wabah.

Menurut dia, saat demo dan kerumunan massa terjadi, mengartikan situasi penyebaran virus corona sangat sulit dikendalikan.

Sebab, kerumunan massa dapat memicu terjadinya penyebaran Covid-19 secara masif.

Ditambah, dalam situasi demo, dengan kerumunan massa yang banyak, seluruh mekanisme penularan terjadi.

"Baik droplets, aerosol, fomite. Orang berdekatan, orang berteriak, kemudian juga saling menyentuh. Ini banyak terjadi akhirnya disadari atau tidak (merupakan) penyebaran Covid-19," ujar Dicky.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X