Kapan Musim Kemarau 2020 Berakhir dan Musim Penghujan di Indonesia Dimulai?

Kompas.com - 19/09/2020, 20:03 WIB
Warga melintas di waduk yang kering Desa Simo, Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (25/9/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau panjang dengan kekeringan ekstrem masih akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia hingga bulan November 2019. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nz. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHAWarga melintas di waduk yang kering Desa Simo, Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (25/9/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau panjang dengan kekeringan ekstrem masih akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia hingga bulan November 2019. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nz.

KOMPAS.com – Saat ini sebagian besar wilayah di Indonesia masih mengalami musim kemarau.

Dampak dari musim kemarau ini yakni terjadinya kekeringan seperti yang terlihat di sejumlah daerah. Di antaranya seperti yang dialami di Kabupaten Gunungkidul.

Mengutip Kompas.com (2/9/2020), setidaknya ada 129.788 jiwa terdampak kekeringan di Gunungkidul.

Selain itu, kekeringan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bahkan seperti diberitakan Kompas.com (11/9/2020), warga Desa Done, Sikka harus mengonsumsi ubi hutan beracun akibat gagal panen lantaran kekeringan berkepanjangan melanda wilayah itu.

Baca juga: Hujan di Saat Musim Kemarau, Mengapa Bisa Terjadi?

Lantas kapan musim kemarau 2020 akan berakhir?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indra Gustari menjelaskan, berakhirnya musim kemarau atau awal musim hujan di wilayah Indonesia tidak terjadi secara bersamaan.

“Sebagian sudah masuk musim hujan seperti sebagian wilayah Sumatera bagian utara (Aceh bagian selatan dan Sumatera Utara bagian selatan). Wilayah mulai memasuki musim hujan pada April lalu,” terangnya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (19/9/2020).

Terkait dengan turunnya hujan di wilayah Jabodetabek, imbuhnya belum dapat diindikasikan daerah tersebut sudah memasuki musim penghujan.

Baca juga: 7 Tips Aman Menghindari Petir Ketika Hujan Deras

Awal musim hujan

Akan tetapi pihaknya mengingatkan untuk beberapa wilayah di bagian tengah-timur Jawa, sebagian Bali dan Nusa Tenggara masih perlu mewaspadai adanya potensi kekeringan meteorologis.

“Karena beberapa wilayah tidak mendapatkan hujan lebih dari 21 hari. Bahkan di NTT sudah ada daerah yang tidak turun hujan lebih dari 4 bulan,” kata dia.

Selain mewaspadai dampak kekeringan, pihaknya mengingatkan adanya hujan dengan intensitas tinggi di sebagaian wilayah di Sumatera bagian utara, Kalimantan Barat dan Tengah, serta Sulawesi bagian tengah serta sebagian Papua bagian Barat.

Baca juga: Mencairnya Es di Greenland dan Risiko Banjir Tahunan...

Indra menegaskan, awal musim hujan di wilayah Pulau Jawa akan terjadi pada Oktober, namun sebagian lainnya terjadi di November dan Desember.

Sedangkan untuk Bali dan Nusa Tenggara diprediksi akan mulai musim hujan pada November-Desember.

Pihaknya menjelaskan suatu daerah dapat dikatakan sudah memasuki musim hujan saat wilayah itu telah mendapatkan hujan lebih dari 50 mm per dasarian dan diikuti dasarian-dasarian berikutnya.

Baca juga: Masuk Musim Hujan, Konsumsi 5 Makanan Alami Ini Agar Tetap Sehat


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.