Dibuka Lagi, Ini Syarat Berwisata di Gunung Bromo

Kompas.com - 28/08/2020, 15:03 WIB
Pemandangan Gunung Bromo dari Penanjakan 2, Probolinggo, Jawa Timur. Dok. Biro Komunikasi Publik KemenparekrafPemandangan Gunung Bromo dari Penanjakan 2, Probolinggo, Jawa Timur.

KOMPAS.com - Kawasan wisata Gunung Bromo mulai dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan pada hari ini, Jumat (28/8/2020) pukul 13.00 WIB.

Pembukaan kembali ini diputuskan berdasarkan hasil rapat koordinasi tanggal 1 dan 16 Juli 2020, antara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama empat pemerintah kabupaten, yakni Lumajang, Malang, Pasuruan, dan Probolinggo.

Pembukaan kembali aktivitas wisata di Gunung Bromo ini dimaksudkan untuk memulihkan kondisi sektor ekonomi dan sosial masyarakat, yang mengalami penurunan karena pandemi Covid-19.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS Sarif Hidayat mengatakan, wisatawan yang akan berkunjung ke Bromo diwajibkan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan sejumlah persyaratan lainnya.

"Wisatawan wajib memakai masker, dan menjaga social distancing. Sementara itu, untuk tiket masuk diperoleh melalui booking online, dengan ketentuan usia yang boleh masuk hanya 14-60 tahun. Tidak lupa juga, patuhi arahan dari petugas," kata Sarif saat dihubungi Kompas.com, Jumat (28/8/2020).

Baca juga: Bagaimana Cara Aman Berenang di Kolam Renang Umum Saat Pandemi Corona?

Jika terjadi pelanggaran terhadap pelaksanaan protokol kesehatan dan panduan kunjungan wisata alam, para pihak bersepakat untuk memberikan sanksi kepada pelanggar.

Selain itu, bila terjadi penambahan kasus Covid-19, maka kegiatan wisata di Gunung Bromo sewaktu-waktu dapat ditutup kembali.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Bromo Tengger Semeru (@tnbromotenggersemeru) pada 24 Agu 2020 jam 7:42 PDT

Diberitakan Kompas.com,  Selasa (25/8/2020), TNBTS juga mewajibkan seluruh wisatawan membawa surat keterangan bebas infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) saat mengunjungi kawasan Gunung Bromo.

Surat keterangan bebas ISPA sebagai bagian dari protokol kesehatan yang diterapkan.

Tujuannya, tak lain untuk mencegah penularan virus corona di kawasan tersebut.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X