Berdamai dengan Virus Corona, Kita Juga Butuh Keteladanan...

Kompas.com - 27/08/2020, 12:36 WIB
bPersonel TNI saat berjaga di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2020). Presiden Joko Widodo menginstruksikan Panglima TNI untuk mengerahkan personelnya dalam menertibkan masyarakat selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGbPersonel TNI saat berjaga di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2020). Presiden Joko Widodo menginstruksikan Panglima TNI untuk mengerahkan personelnya dalam menertibkan masyarakat selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

KOMPAS.com - Pandemi virus corona belum usai. Belum ada yang bisa memprediksi kapan penyebaran virus penyebab Covid-19 ini akan berakhir.

Di banyak negara, termasuk Indonesia, rata-rata kasus harian dalam beberapa hari terakhir masih meningkat.

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman menyebut Indonesia sedang berada pada fase kritis Covid-19. 

Klaim itu pun bukan tanpa alasan. Ada empat indikator yang ia sodorkan untuk menguatkannya.

Baca juga: Indonesia Disebut Memasuki Fase Kritis Covid-19, Ini Alasannya

Sejak beberapa bulan lalu, masyarakat diingatkan untuk berdamai dengan virus corona.

Aktivitas mulai berjalan, dengan harapan masyarakat patuh pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, kenyataannya, kita semakin sering menemukan kedisiplinan mengendur. Misalnya, banyak yang berada di tempat publik dan keramaian tanpa memakai masker. 

Pernyataan seorang pedagang di Pasar Mardika, Ambon, pekan lalu mengingatkan kita.

Ketidakdisiplinan masyarakat salah satunya karena tidak ada teladan dari pejabat publik untuk disiplin protokol kesehatan. 

"Untuk apa pakai masker lagi, kan corona sudah selesai, itu kemarin di Kantor DPRD Maluku sudah joget-joget tak pakai masker," demikian kata Ali, salah satu pedagang di Pasar Mardika, Ambon, seperti diberitakan Kompas.com, 21 Agustus 2020.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X