Gunung Sinabung Erupsi, Ini Sejarah Letusannya dalam 5 Tahun Terakhir...

Kompas.com - 10/08/2020, 16:15 WIB
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus, Senin (19/2/2018) pukul 08.53 WIB. dok.BNBPGunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus, Senin (19/2/2018) pukul 08.53 WIB.

KOMPAS.com - Gunung Sinabung yang secara administratif terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara masuk dalam salah satu gunung api aktif di Indonesia.

Pada Senin (10/8/2020), gunung ini kembali mengalami erupsi pukul 10.16 WIB dengan ketinggian kolom abu sekitar 5.000 meter di atas puncak.

Sesaat kemudian, disusul dengan erupsi berikutnya pada pukul 11.17 WIB, di mana teramati tinggi kolom abu kurang lebih 2.000 meter di atas puncak.

Mengenal Gunung Sinabung

Gunung Sinabung telah meletus berkali-kali sejak zaman dahulu.

Meski begitu, tidak banyak diketahui dan tidak terdapat dalam catatan sejarah dan literatur terkait sejarah kegiatan gunung ini.

Melansir situs resmi vsi.esdm.go.id, sebelum tahun 1600, aktivititas terakhir yang ditimbulkan oleh gunung api ini berupa muntahan batuan piroklastik dan aliran lahar yang mengalir ke arah selatan.

Gunung dengan ketinggian 2.460 meter dari permukaan laut ini pada tahun 1912 mengalami aktivitas solfatara di puncak dan lereng atas.

Sementara pada tahun 2010, terjadi beberapa kali letusan yang di antaranya merupakan letusan freatik.

Baca juga: Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu 2.000 Meter dari Puncak

Sejarah letusan

Pasca peningkatan aktivitas vulkanik gunung ini dari waspada menjadi siaga pada 3 November 2013, disebutkan bahwa aktivitas vulkanik meningkat secara fluktuatif hingga 22 November 2013 dan meningkat secara siginifikan pada 23-24 November 2013.

Sebab itu, tingkat aktivitas gunung sinabung dinaikkan dari level III atau siaga menjadi level IV atau awas pada tanggal 24 November 2013 pukul 10.00 WIB.

Namun, sejak 8 April 2014 pukul 17.00 WIB tingkat aktivitas Gunung Sinabung diturunkan dari level IV atau awas menjadi level III atau siaga.

Aktivitas gunung ini meningkat kembali secara visual dan instrumen, sehingga terhitung sejak 2 Juni 2015 Pukul 23.00 WIB dinaikkan dari level III atau siaga menjadi level IV atau awas.

Kemudian status aktivitas Gunungn Sinabung kembali diturunkan menjadi level III pada 20 Mei 2019 pukul 10.00 WIB.

2015

Erupsi Gunung Sinabung disertai dengan luncuran awan panas terlihat dari Desa Jeraya, Karo, Sabtu (13/6/2015) . Gunung Sinabung yang kini masih berstatus Awas masih mengalami peningkatan aktivitas.TRIBUN MEDAN / DEDY SINUHAJI Erupsi Gunung Sinabung disertai dengan luncuran awan panas terlihat dari Desa Jeraya, Karo, Sabtu (13/6/2015) . Gunung Sinabung yang kini masih berstatus Awas masih mengalami peningkatan aktivitas.

Pada 3 Januari 2015, sekitar pukul 08.30 WIB, Gunung Sinabung meletus dengan tinggi kolom mencapai 3 km, disertai awan panas sejauh 4 km ke arah selatan. Tercatat adanya 24 kali guguran awan panas dari puncak dan tinggi abu 500-3.000 meter.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X