Selain Singapura, Jepang dan Jerman Juga Alami Resesi akibat Corona

Kompas.com - 15/07/2020, 11:57 WIB
Kelompok pesepeda berfoto ria bersama di depan ikon Singapura, Air Mancur Patung Merlion, di Marina Bay, Jumat pagi (19/06/2020). Hari Jumat ini adalah hari pertama Fase 2 Singapura menuju new normal hidup bersama dengan virus Covid-19. Pada Fase 2 roda perekonomian dan aktivitas kehidupan sehari-hari Singapura kembali pulih seperti sedia kala. KOMPAS.com/ERICSSEN Kelompok pesepeda berfoto ria bersama di depan ikon Singapura, Air Mancur Patung Merlion, di Marina Bay, Jumat pagi (19/06/2020). Hari Jumat ini adalah hari pertama Fase 2 Singapura menuju new normal hidup bersama dengan virus Covid-19. Pada Fase 2 roda perekonomian dan aktivitas kehidupan sehari-hari Singapura kembali pulih seperti sedia kala.

KOMPAS.com - Ekonomi Singapura mengalami resesi parah pada kuartal II 2020 yang PDB-nya terkontraksi hingga 41,2 persen.

Secara year on year (YoY), PDB merosot hingga 12,6 persen. Pada kuartal sebelumnya Singapura juga mengalami penurunan PDB.

Penyebab utama resesi Singapura adalah penutupan yang cukup lama pada sejumlah sektor bisnis terutama perdagangan akibat mewabahnya pandemi virus corona (Covid-19).

Kebijakan lockdown telah menimbulkan kerusakan pada ekonomi negara itu yang sangat bergantung dari perdagangan.

Resesi bisa diartikan ketika suatu negara mengalami kontraksi ekonomi dua kuartal berturut-turut atau lebih dari satu tahun. 

Selain Singapura, sejumlah negara juga mengalami resesi akibat pandemi virus corona seperti Jepang dan Jerman.

Baca juga: Singapura Resesi, Rupiah Ikutan Melemah

Resesi Singapura

Ilustrasi Singapurasouthtownboy Ilustrasi Singapura

Melansir Kompas.com, Selasa (14/7/2020), sebelumnya, pada 1985, Singapura juga pernah mengalami resesi yang merupakan resesi pertama sejak negara itu merdeka pada 1965.

Negara ini juga terdampak beberapa krisis keuangan global namun bisa memulihkan diri dengan cepat setelah sempat mengalami resesi, seperti saat krisis ekonomi melanda Asia pada periode 1997-1998 dan krisis keuangan global pada 2008-2009.

Bahkan sejumlah pejabat, seperti dilansir Straitstimes, menyebut kalau resesi tahun ini bisa jadi resesi terburuk Singapura.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X