Kisah Rajesh Chouhan, Pekerja Migran India Berjalan Kaki 2.000 Km demi Pulang Kampung

Kompas.com - 31/05/2020, 19:33 WIB
Pada Senin (11/5/2020), di foto ini, tampak pekerja migran dari negara bagian di India berjalan pulang ke kampung halaman mereka melalui rel kereta api menuju stasiun kereta api di Ahmedabad, India. AP/Ajit SolankiPada Senin (11/5/2020), di foto ini, tampak pekerja migran dari negara bagian di India berjalan pulang ke kampung halaman mereka melalui rel kereta api menuju stasiun kereta api di Ahmedabad, India.

KOMPAS.com - Rajesh Chouhan adalah seorang pekerja migran India yang terpaksa menempuh perjalanan lintas negara bagian India dengan berjalan kaki.

Hal ini ia lakukan demi bisa pulang ke kampung halamannya, setelah India mengumumkan lockdown nasional pada 24 Maret 2020 untuk menekan penyebaran virus corona penyebab Covid-19.

Tetapi pada 12 Mei 2020, ia memutuskan untuk menentang undang-undang lockdown India dan memulai berjalan sejauh 2.000 kilometer dari pusat teknologi Bengaluru ke desanya di negara bagian utara Uttar Pradesh.

Melansir CNN International, selama 10 hari, Chouhan bersama 10 orang rekan seperjalanannya harus menghindari titik-titik pemeriksaan polisi, bertahan hidup dengan minum teh dan biskuit, dan berjalan dengan kaki yang sakit.

"Saya rasa saya tidak akan bisa melupakan perjalanan ini sepanjang hidup saya. Itu akan selalu membawa kenangan tentang kesedihan dan kecemasan yang saya rasakan," kata Chouhan.

Lockdown telah mengakibatkan sekitar 100 juta orang India kehilangan pekerjaannya. Mereka adalah warga yang pindah dari desa ke kota untuk bekerja.

Baca juga: Bertambah Lebih dari 1.000 dalam Sepekan, Kematian akibat Covid-19 di India Tertinggi di Asia

Begitu India resmi menetapkan lockdown, banyak orang seperti Chouhan yang akhirnya terdampar di perantauan tanpa pekerjaan, makanan atau tabungan.

Mereka tidak berhasil menemukan cara untuk bertahan hidup di kota-kota, dan jaringan kereta api India sebagian besar juga telah ditutup.

Terdesak oleh keadaan, banyak dari mereka yang kemudian membuat keputusan nekat untuk berjalan kaki sejauh ribuan kilometer agar bisa kembali ke rumah mereka di kampung halaman.

Keputusan nekat yang diambil oleh banyak orang ini tentu saja menelan korban jiwa. Dalam sebuah kejadian, 16 buruh terlindas kereta barang saat mereka tengah tidur di rel.

Sementara itu, beberapa orang lainnya meninggal karena kelelahan, dehidrasi, atau kelaparan.

Polisi juga bersikap represif dengan mengirim kembali orang-orang ke kota tempat mereka sebelumnya bekerja. Mereka akan menjemput dan mengembalikan para pekerja kepada majikannya.

Baca juga: Viral, Video Polisi Pukuli Bokong Warga Tak Pakai Masker dengan Rotan, Mirip di India

Ketika kasta melebur dan berbaur

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya menganut agama Hindu, sistem kasta masih melekat kuat dalam kehidupan sehari-hari warga India.

Namun, sepanjang perjalanan pulang itu, Chouhan mengatakan, perpecahan tradisional kasta dan agama yang sangat mengakar di pedalaman pedesaan India seolah menghilang.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber CNN
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X