Berikut Panduan Lengkap Kegiatan Keagamaan di Tempat Ibadah Selama Pandemi Corona

Kompas.com - 30/05/2020, 20:25 WIB
bUmat Muslim menunaikan shalat Jumat di Masjid Agung Al-Barkah, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat, (29/5/2020). Kota Bekasi menjajaki hidup normal baru atau new normal dengan mengizinkan warganya kembali menggelar shalat Jumat di masjid di 50 kelurahan zona hijau atau bebas Covid-19 pada Jumat (29/5/2020). Shalat Jumat digelar dengan protokol ketat pencegahan Covid-19 dan hanya diikuti terbatas oleh warga yang bermukim di sekitar masjid. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGbUmat Muslim menunaikan shalat Jumat di Masjid Agung Al-Barkah, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat, (29/5/2020). Kota Bekasi menjajaki hidup normal baru atau new normal dengan mengizinkan warganya kembali menggelar shalat Jumat di masjid di 50 kelurahan zona hijau atau bebas Covid-19 pada Jumat (29/5/2020). Shalat Jumat digelar dengan protokol ketat pencegahan Covid-19 dan hanya diikuti terbatas oleh warga yang bermukim di sekitar masjid.

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 15 tentang Panduan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi Tahun 2020.

Dilansir dari laman resmi Kemenag, Sabtu (30/5/2020), Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan SE itu disusun dengan memperhatikan unsur keadilan agar masyarakat dapat menjalankan kegiatan keagamaan sesuai kondisi lingkungan masing-masing.

"Kami tidak memberikan pelonggaran berdasarkan zona. Meski di zona kuning yang relatif aman, kalau terdapat kasus penularan Covid-19, tidak dibenarkan menggelar kegiatan keagamaan secara kolektif yang mengumpulkan jemaah," jelas Menag di Gedung BNPB, Jakarta.

Sebaliknya, meski zona kabupaten/kotanya merah, asalkan rumah ibadah di desa tersebut tidak ada kasus Covid-19, maka diperbolehkan menggelar kegiatan keagamaan dengan protokol kesehatan.

SE berlaku sejak ditetapkan, yaitu Jumat, 29 Mei 2020.

Dalam SE tersebut diatur soal kegiatan keagamaan inti dan kegiatan keagamaan sosial di rumah ibadah.

Baca juga: Para Ahli Teliti Gejala-gejala Langka Virus Corona, Apa Saja?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketentuan kegiatan berjemaah atau kolektif

Shalat Jumat di Masjid Al Falah, Kranji, Kota Bekasi, Jumat (29/5/2020).Dokumen Warga Kranji Shalat Jumat di Masjid Al Falah, Kranji, Kota Bekasi, Jumat (29/5/2020).

Rumah ibadah yang bisa menyelenggarakan kegiatan berjemaah/kolektif dinilai berdasarkan fakta lapangan.

Selain itu memperhatikan angka R-Naught/RO dan angka Effectiue Reproduction Number/Rt. Rumah ibadah juga berada di kawasan/llngkungan yang aman dari Covid-19.

Tak cukup itu saja, namun perlu dibuktikan dengan Surat Keterangan Rumah Ibadah Aman Covid dari Ketua Gugus Tugas Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan sesuai tingkatan rumah ibadah dimaksud.

Surat keterangan tersebut didapatkan setelah berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) setempat bersama Majelis-majelis Agama dan instansi terkait di daerah masing-masing.

Baca juga: Saat Orang Sekitar Tidak Taat Protokol Kesehatan, Apa yang Harus Dilakukan?

Pengurus rumah ibadah mengajukan permohonan surat keterangan bahwa kawasan/lingkungan rumah ibadahnya aman dari Covid-19 secara berjenjang kepada Ketua Gugus Kecamatan/Kabupaten/Kota/Provinsi sesuai tingkatan rumah ibadahnya.

Surat Keterangan akan dicabut apabila dalam perkembangannya timbul kasus penularan di lingkungan rumah ibadah tersebut atau ditemukan ketidaktaatan terhadap protokol yang telah ditetapkan.

Rumah ibadah yang berkapasitas besar dan mayoritas jemaah atau penggunanya berasal dari luar kawasan/lingkungannya juga perlu mengurus surat keterangan.

Surat keterangan bisa didapat dengan mengajukan langsung ke pimpinan daerah sesuai tingkatan rumah ibadah tersebut.

Baca juga: Berikut Protokol Layanan Nikah Kemenag untuk Cegah Penyebaran Virus Corona

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Para Setan tentang Kenapa Mereka Menjadi Setan

Cerita Para Setan tentang Kenapa Mereka Menjadi Setan

Tren
Ketika Bupati Bojonegoro Dipolisikan Wakilnya, Konflik Bermula dari Soal Data Covid-19

Ketika Bupati Bojonegoro Dipolisikan Wakilnya, Konflik Bermula dari Soal Data Covid-19

Tren
Telkom Janji Ganti Rugi Pelanggan IndiHome, Cek Kontrak Berlangganan

Telkom Janji Ganti Rugi Pelanggan IndiHome, Cek Kontrak Berlangganan

Tren
[POPULER TREN] Janji Kompensasi Telkom ke Pelanggan | Anak di Bawah 12 Tahun Belum Boleh Vaksin Pfizer

[POPULER TREN] Janji Kompensasi Telkom ke Pelanggan | Anak di Bawah 12 Tahun Belum Boleh Vaksin Pfizer

Tren
Pelanggan IndiHome Dapat Ganti Rugi Gangguan Internet, Apa Saja?

Pelanggan IndiHome Dapat Ganti Rugi Gangguan Internet, Apa Saja?

Tren
Kucing Kehilangan Meongnya? Bisa Jadi Mereka Tengah Menderita Laringitis

Kucing Kehilangan Meongnya? Bisa Jadi Mereka Tengah Menderita Laringitis

Tren
Pengumuman Hasil Seleksi PPPK Guru Ditunda, Ini Alasannya

Pengumuman Hasil Seleksi PPPK Guru Ditunda, Ini Alasannya

Tren
7 Cara Mencegah Bayi Baru Lahir Terpapar Virus Corona

7 Cara Mencegah Bayi Baru Lahir Terpapar Virus Corona

Tren
Benarkah Hasil Tes Antigen dari Puskesmas Tak Bisa Dipakai untuk SKD CPNS 2021?

Benarkah Hasil Tes Antigen dari Puskesmas Tak Bisa Dipakai untuk SKD CPNS 2021?

Tren
Lowongan Kerja BUMN September 2021, dari Hutama Karya, Pertamina, Telkom, dan PT KAI

Lowongan Kerja BUMN September 2021, dari Hutama Karya, Pertamina, Telkom, dan PT KAI

Tren
Heboh Fenomena Ikan Teri 'Terbang' di Pantai Selatan Jogja, Apa Penyebabnya?

Heboh Fenomena Ikan Teri "Terbang" di Pantai Selatan Jogja, Apa Penyebabnya?

Tren
Klaster Sekolah Bermunculan Pasca PTM, Ini Evaluasi Epidemiolog

Klaster Sekolah Bermunculan Pasca PTM, Ini Evaluasi Epidemiolog

Tren
Kasus Varian R.1 di Amerika Serikat, seperti Apa Karakteristiknya?

Kasus Varian R.1 di Amerika Serikat, seperti Apa Karakteristiknya?

Tren
Pandemi Covid-19 Diprediksi Berakhir pada 2022, Ini Kata Moderna

Pandemi Covid-19 Diprediksi Berakhir pada 2022, Ini Kata Moderna

Tren
Pemkot Kota Bandung Gratiskan Swab Antigen Peserta CPNS dan PPPK 2021, Ini Syarat dan Info Lengkapnya

Pemkot Kota Bandung Gratiskan Swab Antigen Peserta CPNS dan PPPK 2021, Ini Syarat dan Info Lengkapnya

Tren
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.