Diklaim sebagai Antivirus Corona, Apa Manfaat Eucalyptus?

Kompas.com - 10/05/2020, 13:15 WIB
Koala menjilati batang pohon eucalyptus untuk mendapatkan air. sciencealertKoala menjilati batang pohon eucalyptus untuk mendapatkan air.
Penulis Mela Arnani
|

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian merilis produk yang diklaim sebagai antivirus corona berbasis eucalyptus pada Jumat (8/5/2020).

Uji potensi eucalyptus oil sebagai antivirus dilakukan dengan tahapan telusur ilmiah dan uji invitro.

Pengujian menggunakan beberapa konsentrasi dari berbagai jenis virus seperti virus influenza dan jenis virus corona lainnya.

Tetapi, pengujian tersebut belum menggunakan virus corona jenis baru, SARS-CoV-2, penyebab penyakit Covid-19.

Baca juga: Saat AS Mulai Distribusikan Remdesivir untuk Pasien Covid-19 di 6 Negara Bagian...

Disebutkan, eucalyptus mengandung zat aktif 1,8 cineol (eucalyptol), di mana beberapa penelitian membuktikan bahwa senyawa ini dapat terikat pada Mpro virus corona jenis apapun.

Mpro (main protease) atau chymotrypsin like protease (CLpro) yang bermanfaat dalam replika virus. Inilah yang ditarget agar replikas virus jadi terhambat.

Mpro mempunyai spesifitas substrat yang conserved di antara virus corona.

Meski demikian, belum ada laporan khusus terkait hasil pengujian penggunaan produk terhadap pasien Covid-19.

Baca juga: Pencarian Vaksin Covid-19 di China, antara Menebus Kesalahan dan Masa Kelam...

Lantas, apa manfaat eucalyptus?

ilustrasi minyak kayu putih (eucalyptus)shutterstock ilustrasi minyak kayu putih (eucalyptus)

Melansir express.co.uk, obat alami terbukti meningkatkan pertahanan tubuh termasuk minyak esensial.

Salah satu minyak yang menjanjikan yaitu minyak kayu putih.

Minyak esensial yang diesktrak dari daun kayu putih, dapat merangsang respons sistem kekebalan tubuh.

Tinjauan lainnya menemukan bahwa minyak kayu putih mempunyai sifat antivirus dan antimikroba.

Secara histroris, ini telah digunakan untuk mengobati flu biasa.

Komponen utama minyak kayu putih, 1,8 cineole, dapat dengan aman melawan virus dan masalah pernapasan seperti bronkitis.

Baca juga: Cara Turki Atasi Virus Corona: Terjunkan 6.000 Tim Pelacak Setiap Hari

Dikabarkan tisserandinstitute.org, minyak esensial yang dianggap antivirus bukanlah pembunuh virus universal.

Eucalyptus

Prototipe antivirus corona eucalyptus dengan nano teknologi.DOK. Humas Kementerian Pertanian Prototipe antivirus corona eucalyptus dengan nano teknologi.

Melansir medicalnewstoday, eucalyptus merupakan pohon cemara yang tumbuh di Australia.

Pohon ini sebagai bahan dalam banyak produk, digunakan untuk mengurangi gejala batuk dan pilek.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X