Kompas.com - 02/05/2020, 07:07 WIB
Petugas PLN memperbaiki tiang listrik yang roboh pascabencana hidrometeorologi (bencana angin kencang dan hujan) di Sendangrejo, Minggir, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (9/12/2019). Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada Minggu (8/12/2019) menyebabkan ratusan pohon tumbang, puluhan rumah rusak dan sejumlah jaringan listrik rusak di DIY. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKOPetugas PLN memperbaiki tiang listrik yang roboh pascabencana hidrometeorologi (bencana angin kencang dan hujan) di Sendangrejo, Minggir, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (9/12/2019). Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada Minggu (8/12/2019) menyebabkan ratusan pohon tumbang, puluhan rumah rusak dan sejumlah jaringan listrik rusak di DIY. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

KOMPAS.com - Pemakaian listrik selama pandemi mengalami perubahan. PLN menyediakan subsidi atau diskon pada beberapa jenis pelanggan.

Meski begitu banyak warganet yang mengeluh harus membayar mahal untuk biaya listrik selama pandemi ini.

Mereka mayoritas adalah pelanggan listrik golongan 900 VA. Salah satunya tampak di komentar cuitan @pln_123.

Baca juga: Viral Pesan Kode R1, R1T, R1M, R1MT soal Tarif Diskon Listrik, Ini Penjelasan PLN

Ada yang menganggap PLN telah menaikkan tarif listrik golongan 900 VA karena pada bulan April ini memberikan subsidi bagi R1-450 dan R1-900.

Baca juga: PLN, Zukifli Zaini dan Tunggakan Kompensasi Listrik...

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penjelasan PLN

Saat dikonfirmasi terkait hal itu, Pelaksana Harian Senior Manager (PLH SRM) General Affairs PLN UID Jakarta Raya M. Arief Mudhari menjelaskan bahwa tarif listrik tidak naik di semua golongan.

"900 itu ada 2 yang subsidi dan non subsidi. Rp/kWh keduanya beda. Tapi enggak naik tarifnya, tetap sesuai yang tertera di IG," katanya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (1/5/2020).

Tarif listrik tidak naik sejak 2017. Berikut ini rinciannya:

  • Tegangan rendah: Rp 1.467/kWh
  • R-1/900 VA RTM: Rp 1.352/kWh
  • Tegangan menengah: Rp 1.115/kWh
  • Tegangan tinggi: Rp 997/kWh

Baca juga: Soal Listrik Gratis, PLN: Teknis Mengacu pada ID Pelanggan

Lalu bagaimana dengan keluhan warganet yang merasa tarif listrik miliknya naik baru-baru ini?

Arief menjelaskan, pemakaian rumah tangga selama Work From Home (WFH) rata-rata naik 1-3 persen.

Hal itu bisa terjadi karena anggota keluarga berkumpul di rumah. Akibatnya penggunaan barang-barang elektronik yang menyedot listrik ikut naik pula, seperti pemakaian televisi menjadi lebih lama, kipas angin yang terus menyala, pemakaian CPU yang terus-menerus dan sejumlah keperluan lainnya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.