Melihat Kondisi Yaman, yang Harus Bertahan di Antara Perang dan Corona

Kompas.com - 13/04/2020, 14:04 WIB
Para perawat mendapat pelatihan menggunakan ventilator untuk merawat pasien virus corona. Alat bantu pernapasan ini disediakan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Foto diambil di Sanaa, Yaman, 8 April 2020. KHALED ABDULLAH/REUTERSPara perawat mendapat pelatihan menggunakan ventilator untuk merawat pasien virus corona. Alat bantu pernapasan ini disediakan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Foto diambil di Sanaa, Yaman, 8 April 2020.

KOMPAS.com - Pada Jumat (10/4/2020), Yaman telah melaporkan kasus pertama virus corona di kota pelabuhan Ash Shihr, Hadhramaut.

Usai laporan tersebut, Gubernur Hadhramaut Farag al-Boushani mengatakan akan memberlakukan jam malam parsial dan seluruh pekerja di pelabuhan akan menjalani karantina selama 14 hari.

Provinsi al-Mahra yang berbatasan langsung dengan Hadhramaut juga telah menutup semua perbatasannya.

Fasilitas Kesehatan Rusak

Yaman merupakan negara termiskin di Timur Tengah yang dilanda peperangan selama lima tahun terakhir.

Para pekerja kesehatan dan lembaga bantuan memiliki kekhawatiran tinggi akan wabah Covid-19 di Yaman.

Lebih dari setengah rumah sakit dan klinik di Yaman telah hancur atau ditutup selama perang antara pemberontak Houthi dan koalisi Arab Saudi-Uni Emirat Arab yang mendukung pemerintah Yaman.

Baca juga: Gejala Baru Virus Corona Mulai Muncul, Apa Saja?

The Guardian memberitakan, mayoritas serangan terhadap infrastruktur sipil banyak dilakukan oleh pasukan koalisi Arab Saudi yang didukung oleh Inggris, AS, dan negara Barat lainnya.

Setidaknya, 80 persen dari 28 juta populasi bergantung pada bantuan internasional untuk bertahan hidup.

Krisis air bersih dan minimnya sanitasi merupakan kenyataan yang harus dihadapi warga Yaman, di tengah bayang-bayang gizi buruk, kolera, dan virus corona.

Gencatan Senjata

Sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dilakukan untuk menunjukkan kesadaran akan ancaman pandemi Covid-19, Riyadh memulai gencatan senjata selama dua minggu dimulai pada Kamis (9/4/2020).

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X