Mulyono dan Mulianya Hati Rakyat di Tengah Kesulitan karena Covid-19

Kompas.com - 13/04/2020, 11:31 WIB
Lilin menyala pada perayaan misa kedua Malam Paskah di Gereja Katedral Jakarta, Sabtu (11/4/2020). Untuk memutus penyebaran wabah Covid-19, Umat Katolik menjalani pekan Tri Hari Suci secara daring melalui siaran televisi maupun streaming. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOLilin menyala pada perayaan misa kedua Malam Paskah di Gereja Katedral Jakarta, Sabtu (11/4/2020). Untuk memutus penyebaran wabah Covid-19, Umat Katolik menjalani pekan Tri Hari Suci secara daring melalui siaran televisi maupun streaming.

KOMPAS.com - Pekan ini adalah pekan keempat atau genap sebulan setelah seruan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah disampaikan Presiden Joko Widodo, 16 Maret 2020.

Atas seruan baik sebagai upaya memutus rantai penularan covid-19 itu, rangkaian perayaan Paskah selama sepekan lalu dilakukan umat Kristiani di rumah.

Di puncak perayaan iman Kristiani soal kebangkitan itu, gereja-gereja kosong. Umat beribadah di rumah dengan perantaraan siaran langsung televisi atau live streaming.

Tidak hanya di Indonesia. Tradisi ratusan tahun yang dijaga Gereja Katolik untuk misa dengan umat di dalam gereja berubah.

Paus Fransiskus untuk pertama kali memimpin misa di Basilika St Petrus, Vatikan tanpa umat. Kosong. Umat Katolik yang berjumlah sekitar 1,3 miliar bisa mengikuti misa via live streaming.

Selamat Paskah buat kamu yang merayakan. Ibadah menjadi berbeda di tengah dunia yang tengah berubah. Semoga kedalaman makna ibadah tidak berkurang karena perubahan ini.  

O iya, bagaimana kabarmu? Semoga baik dan sehat selalu dengan imunitas tubuh yang baik. 

Dalam situasi ketidakpastian yang tinggi terkait covid-19, doa paling banyak diucapkan adalah selalu sehat dan baiknya kondisi imunitas. Imuntas yang baik, bisa menangkal bahkan melawan covid-19. Salah satu pemompa imunitas adalah perasaan gembira.

Banyak kesaksian soal hal ini. Pasien di Semarang, di Ogan Komiring Ilir, di Malang, di Lampung dan di berbagai tempat menyatakan hal ini. Cari gembira dan bahagiamu karena baik untuk imuitasmu.

Cari gembiramu dengan berbagi

Mungkin kamu bertanya, dalam situasi penuh ketidakpastian seperti ini, bagaimana bisa mencari dan menemukan gembira?

Benar, tidak mudah memang. Dalam situasi ketidakpastian, panik dan mungkin marah yang kerap hadir di dalam diri, bukan gembira. 

Dalam situasi tidak pasti dan sulit, untuk gembira, kita perlu melampaui diri sendiri. Pusat perhatian bukan diri kita pertama-tama, tetapi orang lain.

Orang lain yang membutuhkan bantuan dan kita bantu akan menghadirkan gembira. Bantuan kita menghentikan ketidakpastian orang lain dan karenanya menghadirkan gembira buat kita dan orang yang kita bantu tentunya.

Terkait hadirnya gembira di tengah ketidakpastian dan kesulitan ini, sepekan lalu, kita mendapat beberapa contoh dari berita-berita yang hadir di kompas.com.

Mulyono, pengemudi ojol di rumahnya Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.KOMPAS.COM/HANDOUT Mulyono, pengemudi ojol di rumahnya Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Kamu tahu Pak Mulyono? Kisah Pak Mulyono (59) sebagai driver ojek online yang ditipu penumpang menjadi pembicaraan sepanjang pekan lalu.

Keheningan hati Pak Mulyono yang tercermin dari pernyataan dan tindakannya yang mulia membuat saya dan banyak pembaca terharu. 

Mulyono adalah warga Kalibagor, Desa Srowot, Banyumas, Jawa Tengah. Untuk menopang hidupnya, Pak Mulyono menjadi driver ojek hingga ke Purwokerto. Jarak Banyumas ke Purwokerto sekitar 25 kilometer.

Saat sedang menunggu penumpang di Stasiun Bulupitu, Purwokerto, Sabtu (4/4/2020), Mulyono didatangi penumpang yang minta diantar ke Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

Tadinya Mulyono tak mau mengantarkannya karena jarak yang jauh. Untuk jarak sekitar 230 kilometer itu, penumpang itu menjanjikan bayaran Rp 700.000 saat tiba di lokasi.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X