Cegah Penyebaran Corona, PT Pertamina Aktifkan Layanan Pesan Antar

Kompas.com - 12/04/2020, 18:15 WIB
Perlahan masyarakat Kepulauan Riau mulai sadar atas manfaat bahan bakar minyak (BBM) berkualitas, hal ini terbukti dari meningkatnya penggunaan partalite hingga 33 persen selama momen natal 2019 dan tahun baru 2020 di Kepulauan Riau (Kepri). KOMPAS.COM/HADI MAULANAPerlahan masyarakat Kepulauan Riau mulai sadar atas manfaat bahan bakar minyak (BBM) berkualitas, hal ini terbukti dari meningkatnya penggunaan partalite hingga 33 persen selama momen natal 2019 dan tahun baru 2020 di Kepulauan Riau (Kepri).

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) memberikan fasilitas pelayanan pesan antar produk yang dapat dinikmati masyarakat di sejumlah daerah.

Layanan ini diberikan sebagai salah satu dukungan terhadap pemerintah dalam menekan penyebaran virus corona.

Terlebih anjuran pemerintah bahwa masyarakat diminta melakukan physical distancing dengan berdiam di rumah dan mengurangi kegiatan di luar rumah. 

Baca juga: Loker BUMN, Berikut Informasi Rekrutmen PT Bio Farma

VP Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman mengatakan, program pesan antar berlaku di sejumlah daerah di Indonesia.

"Ini berlaku untuk hampir semua daerah di Indonesia," kata Fajriyah saat dihubungi Kompas.com, Minggu (12/4/2020).

Dia menambahkan, layanan Pertamina Delivery Service dapat diakses melalui panggilan ke nomor 135 atau via WhatsApp dengan nomor 08111350135.

Pemesanan sebelum pukul 17.00 WIB akan dikirim dihari yang sama. Sementara, untuk waktu pengiriman dilakukan pukul 08.00-20.00 WIB.

Meski begitu, masing-masing unit pemasaran tidak mengimplementasikan program ini secara sama, melainkan mereka mempunyai program sendiri-sendiri.

 

Baca juga: [HOAKS] Link Pemerintah Berikan Internet Gratis

MOR III

Secara terpisah, Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) III Dewi Sri Utami menyampaikan, permintaan LPG baik subsidi dan non subsidi di wilayah Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat pada periode Januari 2020 hingga minggu kedua Maret masih relatif stabil.

Untuk periode Januari 2020 hingga 15 Maret 2020, pembelian LPG NPSO (non-subsidi) bagi sektor ritel yang terdiri dari LPG Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg dan LPG tabung biru 12 kg naik rata-rata 3 persen dibandingkan konsumsi periode yang sama tahun 2019 atau total sekitar 41 ribu metric ton (MT).

Sementara itu, kebutuhan LPG subsidi 3kg untuk wilayah MOR III pada periode yang sama cukup stabil atau sama seperti tahun 2019 sekitar 410 ribu MT.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X