Berikut Perbedaan Lockdown dan Status KLB Virus Corona

Kompas.com - 15/03/2020, 17:34 WIB
Warga memakai masker mengantre di supermarket pada hari kedua lockdown Italia. Gambar diambil di Pioltello, dekat Milan, Rabu (11/3/2020). FLAVIO LO SCALZO/REUTERSWarga memakai masker mengantre di supermarket pada hari kedua lockdown Italia. Gambar diambil di Pioltello, dekat Milan, Rabu (11/3/2020).

KOMPAS.com – Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona di Solo pada Jumat (13/3/2020) malam.

KLB ditetapkan selama 14 hari. Hal itu menyusul adanya seorang pasien positif virus corona yang meninggal dan sempat dirawat di RSUD Dr Moewardi, Solo, Jawa Tengah.

Rudy berharap, penetapan KLB tidak dimaknai negatif. Penetapan tersebut diharapkan agar masyarakat lebih mudah mengetahui penyebaran virus corona.

Baca juga: Update Virus Corona di Dunia: Tembus 141 Negara, 73.955 Sembuh, 5.829 Meninggal

Tak hanya Solo, Banten juga menetapkan status KLB atas pandemic corona. Penetapan tersebut dilakukan usai empat orang Banten positif terjangkit Covid-19.

Muncul ketidaktahuan di masyarakat yang menganggap KLB sama dengan lockdown.

“Surakarta KLB #COVID?19 Solo Lockdown Alhamdulillah masih ada hasil + tips 55rb” tulis akun @endroHariPray

“Hah gimana..... solo lockdown?” tanya akun @HunBaeBae.

Baca juga: Berikut 6 PTN yang Ganti Perkuliahan dengan Sistem Online akibat Corona

Lantas apa perbedaan lockdown dengan KLB?

Kepala Bidang Media dan Opini Publik Kementerian Kesehatan Busroni menyampaikan, lockdown dan KLB adalah dua hal yang berbeda.

Lockdown itu tak boleh keluar, kemudian disarankan aktivitas di rumah. Tapi itu wilayahnya lebih luas, kota, tempat-tempat bisnis. Pembatasan aktivitas luar,” terangnya kepada Kompas.com, Minggu (15/3/2020).

Ia mencontohkan lockdown seperti yang terjadi di Wuhan, China.

Lockdown itu seperti di Wuhan, satu kota enggak bisa ngapa-ngapin dan di rumah. Di-support pemerintah makanan dan segala kebutuhan. Enggak boleh keluar, kalau keluar ada aparat yang menjaga. Itu totally lockdown,” lanjutnya.

Baca juga: Berikut 6 PTN yang Ganti Perkuliahan dengan Sistem Online akibat Corona

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KLARIFIKAS] Foto Air Bak Mandi seperti Kopi Disebut Terjadi di Surabaya

[KLARIFIKAS] Foto Air Bak Mandi seperti Kopi Disebut Terjadi di Surabaya

Tren
Uni Eropa Amankan 160 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Moderna

Uni Eropa Amankan 160 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Moderna

Tren
INFOGRAFIK: 10 Provinsi di Indonesia dengan Kasus Covid-19 Aktif Terbanyak

INFOGRAFIK: 10 Provinsi di Indonesia dengan Kasus Covid-19 Aktif Terbanyak

Tren
Menteri KP Edhy Prabowo Ditangkap KPK Terkait Ekspor Benur, Berapa Gaji dan Tunjangannya?

Menteri KP Edhy Prabowo Ditangkap KPK Terkait Ekspor Benur, Berapa Gaji dan Tunjangannya?

Tren
Menteri KP Edhy Prabowo Ditangkap KPK, 'Bu Susi' Trending di Twitter

Menteri KP Edhy Prabowo Ditangkap KPK, "Bu Susi" Trending di Twitter

Tren
Keadilan Vaksin Corona untuk Seluruh Manusia

Keadilan Vaksin Corona untuk Seluruh Manusia

Tren
Presiden Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog: Jangan Didukung Diskon Tiket!

Presiden Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog: Jangan Didukung Diskon Tiket!

Tren
Sosok Tino Sidin, Seniman Indonesia yang Jadi Google Doodle Hari Ini

Sosok Tino Sidin, Seniman Indonesia yang Jadi Google Doodle Hari Ini

Tren
Update Corona Dunia 25 November: 60 Juta Infeksi | Lonjakan Kasus Covid-19 di AS karena OTG

Update Corona Dunia 25 November: 60 Juta Infeksi | Lonjakan Kasus Covid-19 di AS karena OTG

Tren
5 Hal soal Vaksin AstraZeneca dan Oxford, dari Efektivitas hingga Harga

5 Hal soal Vaksin AstraZeneca dan Oxford, dari Efektivitas hingga Harga

Tren
Banyak Pekerja Belum Dapat BLT Subsidi Gaji Termin II, Ini Penjelasan Kemenaker

Banyak Pekerja Belum Dapat BLT Subsidi Gaji Termin II, Ini Penjelasan Kemenaker

Tren
5 Sayuran Ini Cocok Dikonsumsi untuk Diet dan Menurunkan Berat Badan

5 Sayuran Ini Cocok Dikonsumsi untuk Diet dan Menurunkan Berat Badan

Tren
Hari Guru Nasional, Ini Bantuan Pemerintah untuk Pendidik di Tengah Pandemi Covid-19

Hari Guru Nasional, Ini Bantuan Pemerintah untuk Pendidik di Tengah Pandemi Covid-19

Tren
Hari Guru Nasional: Mengenang Sosok Sartono, Pencipta Lagu Hymne Guru

Hari Guru Nasional: Mengenang Sosok Sartono, Pencipta Lagu Hymne Guru

Tren
[POPULER TREN] Hari Guru Nasional 2020 | 10 Provinsi dengan Kasus Covid-19 Aktif Terbanyak

[POPULER TREN] Hari Guru Nasional 2020 | 10 Provinsi dengan Kasus Covid-19 Aktif Terbanyak

Tren
komentar
Close Ads X