Tony Blair, Mantan Perdana Menteri Inggris yang Jadi Anggota Dewan Pengarah Ibu Kota Baru

Kompas.com - 18/01/2020, 15:39 WIB
Tony Blair, PM Inggris 1997-2007, mengakui bahwa informasi intelijen tentang senjata pemusnah massal di Irak ternyata salah dan invasi telah membuat Irak tidak stabil. Namun  ia masih percaya negara itu akan lebih baik tanpa Saddam. Associated PressTony Blair, PM Inggris 1997-2007, mengakui bahwa informasi intelijen tentang senjata pemusnah massal di Irak ternyata salah dan invasi telah membuat Irak tidak stabil. Namun ia masih percaya negara itu akan lebih baik tanpa Saddam.

KOMPAS.com – Rencana pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur tengah dimatangkan oleh Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi berencana untuk melibatkan Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (Putra Mahkota Uni Emirat Arab), Masayoshi Son (CEO SoftBank) beserta Tony Blair (mantan Perdana Menteri Inggris). 

Mereka diangkat sebagai Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru. Dewan tersebut diketuai oleh Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan. 

"Bapak Tony Blair juga sama, memiliki reputasi yang baik di bidang pemerintahan. Saya kira yang ingin kita bangun ini adalah trust internasional terhadap apa yang ingin kita kerjakan,” ucap Jokowi dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan tahun 2020 di The Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis(16/1/2020) dilansir dari Kompas.tv.

Lantas siapakah sosok Tony Blair yang rencananya akan dilibatkan dalam proses pembangunan Ibu Kota Baru ini?

Sepak terjang Tony Blair

Tony Blair merupakan mantan Perdana Menteri Inggris.

Melansir dari Britannica, sosok dengan nama lengkap Anthony Charles Lynton Blair ini lahir pada 6 Mei 1953 di Edinburg, Skotlandia.

Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris diusung oleh Partai Buruh selama 10 tahun mulai 1997 hingga 2007.

Tony Blair merupakan Perdana Menteri termuda dan terlama kedua setelah periode 1812.

Blair merupakan putra pengacara. Ia merupakan lulusan Perguruan Tinggi St John di Universitas Oxford yang membuatnya mempelajari bidang hukum , ide-ide keagamaan dan musik populer.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X