Penambahan Masa Jabatan Presiden Dinilai Cederai Prinsip Demokrasi

Kompas.com - 28/11/2019, 20:08 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Seskab Pramono Anung (kiri) menjawab pertanyaan jurnalis usai menerima CEO Bukalapak Achmad Zaky di Istana Merdeka, Jakarta, beberapa waktu lalu. ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARIPresiden Joko Widodo (kanan) didampingi Seskab Pramono Anung (kiri) menjawab pertanyaan jurnalis usai menerima CEO Bukalapak Achmad Zaky di Istana Merdeka, Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

KOMPAS.com - Wacana jabatan presiden selama tiga periode ramai dibicarakan publik akhir-akhir ini.

Selain menuai pro dan kontra, wacana tersebut berkaitan dengan rencana amandemen terbatas UUD 1945.

Diberitakan Kompas.com (22/11/2019), Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan wacana penambahan masa jabatan presiden hanya bergulir informal.

Ia belum menerima usulan penambahan masa jabatan presiden. Kendati demikian, setiap aspirasi terkait wacana amandemen harus ditampung MPR.

Terkait wacana tersebut, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menegaskan bahwa wacana memperpanjang masa jabatan Presiden menjadi 3 periode tidak datang dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bahkan, menurut dia Jokowi tak pernah terpikir untuk mencari cara memperpanjang masa jabatannya.

Negara Demokrasi

Baca juga: Staf Khusus Milenial Jokowi, antara Kebutuhan atau Ornamen Politik?

Wacana memperpanjang masa jabatan tersebut, imbuhnya justru kontra produktif bagi Jokowi.

Sebab, Jokowi adalah Presiden yang dilahirkan sistem reformasi, di mana aturan yang sudah ada membatasi masa jabatan Presiden hanya dua periode.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Center for Social Political, Economic and Law Studies (CESPELS), Ubedillah.

Menurutnya penambahan masa jabatan presiden tersebut hanya akan mencederai nilai-nilai reformasi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X