Menilik Perjalanan Gibran, dari Bisnis Kuliner hingga Fokus Jadi Politikus

Kompas.com - 16/10/2019, 11:16 WIB
Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka (kanan) bersiap memberikan keterangan pers usai menyerahkan berkas pendaftaran anggota PDI Perjuangan di kantor DPC PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Senin (23/9/2019). Gibran Rakabuming Raka daftar menjadi kader PDI Perjuangan sebagai syarat untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota Solo pada Pilkada tahun 2020 mendatang. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHAPutra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka (kanan) bersiap memberikan keterangan pers usai menyerahkan berkas pendaftaran anggota PDI Perjuangan di kantor DPC PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Senin (23/9/2019). Gibran Rakabuming Raka daftar menjadi kader PDI Perjuangan sebagai syarat untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota Solo pada Pilkada tahun 2020 mendatang.

KOMPAS.com - Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sudah bertekad kuat untuk maju sebagai calon wali kota di Pilkada Solo 2020.

Berdasarkan laporan Kompas.com, Selasa (15/9/2019), Gibran telah mendaftarkan diri sebagai anggota PDIP-P Surakarta.

Namun, hasil penjaringan tertutup yang dilakukan PDI-P Kota Surakarta muncul nama Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung di pilkada.

Surat penugasan PDI-P Kota Surakarta untuk Purnomo dan Teguh pun telah dikirim ke DPP dan DPD PDI-P untuk mendapatkan rekomendasi.

Lantas, bagaimana perjalanan karir putra presiden Joko Widodo ini hingga memilih jalur politik?

Baca juga: Ketika Anak Pejabat Maju di Pilkada...

Bisnis katering

Pria kelahiran Solo 32 tahun silam ini mengawali karirnya sebagai pengusaha katering bernama Chili Pari.

Meski sang ayah berharap ia meneruskan usaha mebel miliknya, Gibran memilih merintis usaha sendiri dengan modal yang didapatnya dari pinjaman bank.

Gibran memilih usaha katering karena melihat adanya peluang untuk meraup untung pada bidang usaha itu.

"Saya melihat kesempatan pasarnya ada. Pernikahan orang kan pasti, event pernikahan ada terus. Apalagi saya punya gedung pernikahan sendiri. Jadi satu paket. Pasarnya jelas, pembelinya jelas ada," papar Gibran, seperti diberitakan Kompas.com, Selasa (29/8/2019).

Seiring berjalannya waktu, bisnis katering yang dirintis Gibran semakin berkembang. Ia bahkan memiliki wedding organizer hingga pengadaan suvenir, undangan dan foto pre-wedding.

Merasa belum puas, Gibran kembali mengembangkan bisnis kuliner lain di tahun 2015. Ia merintis usaha kuliner matarbak bernama Markobar yang kini digandrungi masyarakat.

Gibran juga membuka bisnis kedai kopi dan olahan ceker ayam. 

Bersama rekannya, Dhimas Aji Kurniawan, Gibran membuka kedai susu Mom Milk. Juli 2018, Gibran juga membuka bisnis minuman dengan nama Goola.

Gibran juga menggandeng adiknya, Kaesang Pangarep, untuk membuka bisnis board game dengan label "Hompipa Games", jas hujan dengan merek "Tugas Negara Bos!" serta mengembangkan aplikasi jual beli makanan bernama "Madhang Indonesia".

Kemudian, kakak beradik tersebut juga menggandeng Chef Arnold untuk membukan restroran Mangkok Ku di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Baca juga: Mereka yang Tergiur Surga Politik, dari Artis, Anak Pejabat hingga Jubir Istana

Dunia politik

Terjunnya Gibran ke dunia politik tak terlalu membuat kaget, lantaran isu ini sudah berembus sejak beberapa waktu lalu.

Saat itu, ada survei yang mengukur elektabilitas Gibran dan adiknya, Kaesang Pangarep, jika mengikuti Pilkada Solo 2020. Ternyata keduanya punya elektabilitas bagus dan kans tinggi memimpin Solo.

Dari kategori popularitas, nama Gibran muncul dengan angka tertinggi, yakni 90 persen yang mengenal namanya. Disusul dengan Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo.

Puncaknya, Gibran mendatangi Kantor DPC PDI-P Kota Surakarta di Jalan Hasanuddin Nomor 26, Purwosari, Laweyan, Solo, Senin (23/9/2019).

Selain untuk menyerahkan berkas kartu tanda anggota (KTA), kedatangan suami dari Selvi Ananda ke DPC PDI-P Kota Surakarta ini juga untuk menanyakan pendaftaran calon wali kota dari PDI-P.

"Insya Allah, saya sudah menjadi bagian keluarga besar PDI-P," ujar Gibran usai menyerahkan formulir seperti diberitakan Kompas.com (23/9/2019),

Sementara itu, peneliti Bidang Politik dan Hubungan Internasional CSIS Arya Fernandes menilai, pergerakan dan manuver-manuver Gibran menunjukkan bahwa keduanya mempunyai keinginan untuk maju ke panggung politik.

"Semua manuver itu kan enggak mungkin dilakukan kalau enggak punya niatan-niatan politik," kata Arya seperti diberitakan Kompas.com (21/9/2019).

Akan tetapi, ia belum bisa memprediksi dan menganalisa mengenai pelluangnya di Pilkada 2020.

"Nilai plusnya kan mereka anak presiden. Tapi partai juga akan berpikir strategis. Partai akan lihat potensi elektoralnya, rivalnya," kata dia.

Soal dinasti politik, imbuhnya sebuah fenomena yang wajar dalam politik.

(Sumber: Labib Zamani, Ihsanuddin, Fabian | Editor: Inggried Dwi Wedhaswary, Bayu Galih)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Sumber kompas.com
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Terus Bertambah, Bagaimana Efek Virus Corona pada Tubuh?

Korban Terus Bertambah, Bagaimana Efek Virus Corona pada Tubuh?

Tren
Virus Corona, Pemerintah RI Resmi Keluarkan Travel Warning ke Provinsi Hubei China

Virus Corona, Pemerintah RI Resmi Keluarkan Travel Warning ke Provinsi Hubei China

Tren
Update! Jadwal dan Lokasi SKD CPNS Kemenag di 17 Provinsi

Update! Jadwal dan Lokasi SKD CPNS Kemenag di 17 Provinsi

Tren
Sri Lanka dan Jerman Konfirmasi Kasus Pertama Corona di Negaranya

Sri Lanka dan Jerman Konfirmasi Kasus Pertama Corona di Negaranya

Tren
106 Orang Meninggal, 16 Negara Ini Konfirmasi Terinfeksi Virus Corona

106 Orang Meninggal, 16 Negara Ini Konfirmasi Terinfeksi Virus Corona

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Pesawat Jet AS Ditembak Uni Soviet, 3 Orang Tewas

Hari Ini dalam Sejarah: Pesawat Jet AS Ditembak Uni Soviet, 3 Orang Tewas

Tren
Penumpang Diketahui Merokok di Pesawat, Ini Tindakan Lion Air

Penumpang Diketahui Merokok di Pesawat, Ini Tindakan Lion Air

Tren
Menilik Wuhan, Kota Kuno China yang Diisolasi karena Virus Corona

Menilik Wuhan, Kota Kuno China yang Diisolasi karena Virus Corona

Tren
[POPULER TREN] BERITA FOTO: Situasi Kota Wuhan | Hari Ini dalam Sejarah Kapal Tampomas II Tenggelam

[POPULER TREN] BERITA FOTO: Situasi Kota Wuhan | Hari Ini dalam Sejarah Kapal Tampomas II Tenggelam

Tren
Rekap Perkembangan Virus Corona Wuhan dari Waktu ke Waktu

Rekap Perkembangan Virus Corona Wuhan dari Waktu ke Waktu

Tren
Warga China di Malaysia Ini Berusaha Kabur ke Bandara bersama Anak Balitanya yang Diduga Terinfeksi Virus Corona

Warga China di Malaysia Ini Berusaha Kabur ke Bandara bersama Anak Balitanya yang Diduga Terinfeksi Virus Corona

Tren
RSUD Jambi Kirim Sampel Darah Pasien WNA China yang Diduga Terkena Virus Corona ke Jakarta

RSUD Jambi Kirim Sampel Darah Pasien WNA China yang Diduga Terkena Virus Corona ke Jakarta

Tren
BPKP Umumkan Jadwal SKD CPNS di 7 Kota, Ini Daftar Nama dan Sesi Tes

BPKP Umumkan Jadwal SKD CPNS di 7 Kota, Ini Daftar Nama dan Sesi Tes

Tren
Merebaknya Virus Corona, Apakah Bisa Memengaruhi Ekonomi Global?

Merebaknya Virus Corona, Apakah Bisa Memengaruhi Ekonomi Global?

Tren
Diduga Terinfeksi Virus Corona, Bayi Berusia 23 Hari di Hong Kong Masuk Ruang Isolasi

Diduga Terinfeksi Virus Corona, Bayi Berusia 23 Hari di Hong Kong Masuk Ruang Isolasi

Tren
komentar
Close Ads X