Ibu Kota Dipindah ke Kalimantan Timur, Ini Potensi Bencananya...

Kompas.com - 22/08/2019, 18:00 WIB
ILUSTRASI - Meski relatif aman dari potensi gempa besar hingga ancaman gelombang tsunami, namun ibu kota baru di Kalimantan Timur menyimpan potensi bencana lainnya. Tribun KaltimILUSTRASI - Meski relatif aman dari potensi gempa besar hingga ancaman gelombang tsunami, namun ibu kota baru di Kalimantan Timur menyimpan potensi bencana lainnya.


KOMPAS.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) merilis potensi-potensi kebencanaan di lokasi calon ibu kota negara baru yang sudah direncanakan oleh Pemerintah, yakni Kalimantan Timur.

Meski relatif aman dari potensi gempa besar hingga ancaman gelombang tsunami, namun provinsi beribu kota Samarinda ini menyimpan potensi bencana yang lain.

Berdasarkan data yang dipaparkan BNPB, Kalimantan Timur disebut memiliki risiko rawan banjir pada wilayah yang dekat dengan hulu daerah aliran sungai (DAS).

Plh Kapusdatin BNPB Agus Wibowo menjelaskan risiko rawan banjir di DAS tersebut berada di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Samarinda.

Selain itu, Kaltim juga memiliki potensi deforestasi atau penggundulan hutan yang cukup tinggi.

Sehingga lahan hijau yang semula masih banyak ditemui di sana perlahan berkurang dalam jumlah yang signifikan.

Baca juga: Dipindah, Ini 5 Keunggulan Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Baru

Gundulnya hutan ini bukan tidak mungkin menjadi salah satu penyebab banjir yang banyak terjadi di Kaltim.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X