Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ramai soal Penumpang Buka Pintu Darurat Saat Pesawat Mengudara, Ini Analisis Pengamat

KOMPAS.com - Kejadian seorang penumpang membuka pintu darurat ketika pesawat masih mengudara belakangan ramai dibicarakan.

Diberitakan Kompas.com yang mengutip AP News, kejadian itu terjadi di pesawat Airbus A321 Asiana Airlines pada Jumat (26/5/2023).

Akibat kejadian tersebut, udara berembus kencang di dalam kabin sebelum pesawat dapat mendarat dengan selamat di Bandara Kota Daegu, Korea Selatan.

Pesawat Airbus A321 Asiana Airlines itu membawa 194 orang saat perjalanannya menuju ke tenggara kota Daegu dari pulau selatan Jeju.

Di antara 194 penumpang, terdapat 48 atlet remaja yang akan bertanding di ajang olahraga nasional di kota Ulsan.

Lantas, apakah membuka pintu darurat ketika pesawat masih mengudara sangat mudah?

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan, tidaklah mudah membuka pintu darurat ketika pesawat masih berada di udara.

"Tidak mudah membuka pintu darurat, terutama ketika masih mengudara," ujar Alvin, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (27/5/2023).

Saat pesawat sedang terbang, kata Alvin, tekanan udara dalam kabin jauh lebih tinggi daripada tekanan udara di luar.

Pada umumnya, tekanan udara dalam kabin di-setting setara dengan tekanan udara ketinggian, yakni antara 6.000 hingga 8.000 kaki.

Hal itu agar penumpang tetap nyaman dan mudah bernafas walau pesawat sedang terbang pada ketinggian 30.000 kaki.

"Ketika tekanan udara kabin jauh lebih tinggi daripada tekanan udara luar, nyaris tidak mungkin membuka pintu pesawat karena pintu harus ditarik ke dalam sebelum kemudian didorong keluar," jelas dia.

Selain itu, sebelum membuka pintu darurat pesawat juga ada serangkaian prosedur yang harus dilakukan untuk memastikan peluncur evakuasi tidak teraktivasi serta tekanan udara dalam kabin sudah disesuaikan dengan tekanan udara di luar.

Hal itu agar penumpang tidak mengalami dekompresi mendadak.

Menurut Alvin, yang dilakukan penumpang tersebut adalah membuka pintu ketika pesawat sedang terbang dan tidak sesuai prosedur.

Alvin menuturkan, penumpang itu membuka pintu darurat di bagian kiri tengah menjelang pesawat mendarat.

Dijelaskan, tekanan udara kabin secara berangsur disesuaikan dengan tekanan udara di luar selama proses pendaratan.

Pada ketinggian di bawah 1.000 kaki, perbedaan tekanan udara kabin dan udara luar sudah sangat tipis bahkan sudah hampir sama.

"Sehingga tidak berat untuk membuka pintu pesawat, yaitu memutar tuas, kemudian menariknya ke dalam sebelum didorong keluar," kata Alvin.

"Karena penumpang tersebut tidak melakukan prosedur yang benar, maka peluncur otomatis teraktivasi ketika pintu terbuka," tambahnya.

Di Indonesia, kata Alvin, perbuatan tersebut tergolong tindak pidana sebagaimana diatur Pasal 54 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Terdapat sanksi pidana penjara 2 tahun atau denda Rp 500 juta sebagaimana diatur dalam Pasal 412 pada UU yang sama.

"Membuka pintu, jendela darurat atau pintu darurat pesawat tanpa instruksi dari awak pesawat adalah perbuatan yang mengancam keselamatan jiwa seluruh manusia yang berada di dalam pesawat maupun di luar pesawat," ujarnya.

"Jelas perbuatan yang tidak patut dan bahkan diancam sanksi pidana," lanjutnya.

https://www.kompas.com/tren/read/2023/05/27/184500965/ramai-soal-penumpang-buka-pintu-darurat-saat-pesawat-mengudara-ini-analisis

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke