Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Sistem Sewa Tanah Mengalami Kegagalan?

Kompas.com - 02/12/2022, 19:00 WIB

KOMPAS.com - Sistem sewa tanah diberlakukan pada masa Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles.

Ketika Inggris menguasai Indonesia pada 1811, Gubernur Jenderal Lord Minto yang berkedudukan di India menyerahkan kekuasaan kepada Raffles.

Salah satu kebijakan Raffles di Indonesia yang terkenal adalah sistem sewa tanah atau landrent system.

Namun, sistem sewa tanah Raffles dianggap gagal diterapkan di Indonesia.

Mengapa kebijakan landrent yang diterapkan Raffles di Indonesia mengalami kegagalan?

Baca juga: Land Rent System: Pengertian, Pencetus, dan Pelaksanaannya

Bagaimana sistem sewa tanah?

Dalam sistem sewa tanah, pemerintah dianggap sebagai satu-satunya pemilik tanah yang sah.

Oleh karena itu, sudah selayaknya apabila rakyat menjadi penyewa dengan membayar pajak sewa tanah yang diolahnya.

Berikut ini ketentuan sistem sewa tanah pada masa Raffles.

  • Petani harus menyewa tanah meskipun ia adalah pemilik tanah tersebut
  • Harga sewa tanah bergantung pada kondisi tanah
  • Pembayaran sewa tanah dilakukan dengan uang tunai
  • Penduduk yang tidak memiliki tanah dikenakan pajak kepala

Sistem sewa tanah diberlakukan terhadap daerah-daerah di Pulau Jawa, kecuali Batavia dan Parahyangan.

Pasalnya, Batavia umumnya telah menjadi milik swasta, sementara Parahyangan merupakan daerah wajib tanaman kopi yang menguntungkan pemerintah.

Baca juga: Perbedaan Land Rent System dengan Cultuurstelsel

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber Kompas.com
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+