Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Prof. Al Makin
Rektor UIN Sunan Kalijaga

Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Prof. Dr. phil. Al Makin, S.Ag. MA, kelahiran Bojonegoro Jawa Timur 1972 adalah Profesor UIN Sunan Kalijaga. Penulis dikenal sebagai ilmuwan serta pakar di bidang filsafat, sejarah Islam awal, sosiologi masyarakat Muslim, keragaman, multikulturalisme, studi minoritas, agama-agama asli Indonesia, dialog antar iman, dan studi Gerakan Keagamaan Baru. Saat ini tercatat sebagai Ketua Editor Jurnal Internasional Al-Jami’ah, salah satu pendiri portal jurnal Kementrian Agama Moraref, dan ketua LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) UIN Sunan Kalijaga periode 2016-2020. Makin juga tercatat sebagai anggota ALMI (Asosiasi Ilmuwan Muda Indonesia) sejak 2017. Selengkapnya di https://id.m.wikipedia.org/wiki/Al_Makin.

Sudahkah Anda Telepon Tuhan? Kapan Lebaran dan Mudiknya?

Kompas.com - 08/04/2024, 17:06 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

MBAH Benu menegaskan metodenya dalam menghitung hari Lebaran: “Saya tidak pakai perhitungan, saya telepon langsung kepada Allah Ta’ala”. Luar biasa bukan?

Tidak. Sama sekali tidak. Biasa saja bagi warga Nusantara. Bukankah kita juga sering telepon Tuhan? Setiap hari kita berkomunikasi dengan Tuhan.

Jika ada kesulitan, menjumpai masalah, dalam kerumitan, kita sudah berkomunikasi dengan Tuhan. Langsung tanpa perantara.

Ya Tuhan kenapa begini? Ya Tuhan beri petunjuk, kenapa begitu? Tindakan yang kita lakukan, atau keputusan yang kita ambil, kita yakini atas bisikan Tuhan.

Lanjut Mbah Benu, “Ya Allah kemarin tanggal empat, malam empat. Ya Allah ini sudah dua puluh sembilan (hari puasanya). Satu Syawalnya (Lebarannya) kapan?” Itu pertanyaan Mbah Benu langsung pada Tuhan.

Menurut Mbah Benu, “Allah Ta’ala ngendiko (berfirman): tanggal lima, Jum’at. Kuwi koyo ngunu (seperti itulah adanya)”.

Percakapan Mbah Benu dengan Tuhan seperti itu. Bukankah kita juga sering mengadu kepada Tuhan? Bahkan tidak hanya dengan Tuhan, dengan arwah orang-orang yang sudah meninggal pun kita sering bercakap.

Percakapan imajiner sering dilakukan. Banyak orang duduk terdiam di kuburan Sukarno, Diponegoro, Kartini, atau para wali. Percakapan antara kita dengan Tuhan ketika pagi, tengah malam, atau saat-saat sepi juga sering terjadi.

Tegas Mbah Benu, “Kalau disalahkan orang, tidak apa-apa. Itu urusan Saya (dengan) Tuhan Allah.”

Itu bentuk pertanggungjawabannya. Itu relasi antara hamba dan Tuhannya.

Memang Mbah Benu lebih dahulu lima atau enam hari dari perkiraan hari Lebaran dengan metode yang mu’tabar (umum dan diterima) selama ini.

Dengan hisab (perhitungan penanggalan) atau ru’yat (penglihatan) munculnya bulan sabit satu Syawal. Metode itu umum dipakai pemerintah, NU (Nahdlatul Ulama), Muhammadiyah dan MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Mbah Benu memakai metode telepon, komunikasi langsung dengan Tuhan. Tidak perlu terkejut. Itu sudah biasa dilakukan di Nusantara ini.

Nama beliau adalah Raden Ibnu Hajar Shaleh Pranolo, sering juga ditulis KH (Kiai Haji). Nama Benu dari kata Ibnu, karena lidah Jawa Panggang Gunung Kidul lebih mudah daripada bahasa Arab Ibnu.

Mbah Benu memimpin Jamaah Aolia. Cara penulisan Aolia sama uniknya dengan penulisan Benu. Secara standar yang umum bisa Aulia, Ulya, Awalia, atau Aula. Tetapi Aolia lebih eksentrik dan khas Gunung Kidul Yogyakarta. Sebuah kebijakan lokal yang perlu dipahami.

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Peran Sunan Ampel dalam Mengembangkan Islam di Indonesia

Peran Sunan Ampel dalam Mengembangkan Islam di Indonesia

Stori
Sejarah Pura Pucak Mangu di Kabupaten Badung

Sejarah Pura Pucak Mangu di Kabupaten Badung

Stori
Sejarah Penemuan Angka Romawi

Sejarah Penemuan Angka Romawi

Stori
7 Organisasi Persyarikatan Muhammadiyah

7 Organisasi Persyarikatan Muhammadiyah

Stori
Natipij, Organisasi Kepanduan Islam Era Hindia Belanda

Natipij, Organisasi Kepanduan Islam Era Hindia Belanda

Stori
7 Situs Sejarah di Kabupaten Kediri

7 Situs Sejarah di Kabupaten Kediri

Stori
Sejarah Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

Sejarah Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

Stori
Sejarah Pura Luhur Batukaru di Tabanan

Sejarah Pura Luhur Batukaru di Tabanan

Stori
Kemajuan Peradaban Islam pada Masa Bani Umayyah di Andalusia

Kemajuan Peradaban Islam pada Masa Bani Umayyah di Andalusia

Stori
Kemajuan Peradaban Islam pada Masa Bani Umayyah di Damaskus

Kemajuan Peradaban Islam pada Masa Bani Umayyah di Damaskus

Stori
Kehidupan Ekonomi Manusia pada Masa Bercocok Tanam

Kehidupan Ekonomi Manusia pada Masa Bercocok Tanam

Stori
Latar Belakang Lahirnya Sumpah Pemuda

Latar Belakang Lahirnya Sumpah Pemuda

Stori
Prasangka dalam Keberagaman

Prasangka dalam Keberagaman

Stori
Sejarah Kedatangan Jepang ke Pulau Jawa

Sejarah Kedatangan Jepang ke Pulau Jawa

Stori
Kenapa Khalifah Al-Adil I Dijuluki Pedang Iman?

Kenapa Khalifah Al-Adil I Dijuluki Pedang Iman?

Stori
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com