Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ki Ageng Henis, Tokoh Penyebar Islam di Solo

Kompas.com - 21/06/2022, 10:00 WIB
Lukman Hadi Subroto,
Widya Lestari Ningsih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ki Ageng Henis atau Ki Ageng Laweyan adalah tokoh yang berperan dalam menyebarkan agama Islam di Solo.

Ia merupakan anak dari Ki Ageng Sela yang berasal dari Sela, Kabupaten Grobogan saat ini.

Ki Ageng Henis inilah ayah dari Ki Ageng Pamanahan sekaligus kakek dari Danang Sutawijaya atau Panembahan Senopati, yang mendirikan Kesultanan Mataram.

Lalu, siapa sebenarnya Ki Ageng Henis ini?

Asal-usul Ki Ageng Henis

Ki Ageng Henis merupakan putra terakhir dari Ki Ageng Sela dan Nyai Bicak, putri Sunan Ngerang.

Dari tujuh anak Ki Ageng Sela, Ki Ageng Henis adalah anak laki-laki satu-satunya.

Adapun saudara dari Ki Ageng Henis adalah Nyai Ageng Lurung Tengah, Nyai Ageng Saba, Nyai Ageng Bangsri, Nyai Ageng Jati, Nyai Ageng Patanen, dan Nyai Ageng Pakisdadu.

Baca juga: Ki Ageng Pamanahan, Pendiri Wangsa Mataram Islam

Menurunkan Wangsa Mataram

Ki Ageng Henis menikah dengan seorang wanita yang kemudian memiliki gelar Nyi Ageng Henis.

Dari pernikahan tersebut, lahir anak laki-laki yang dikenal sebagai Ki Ageng Pamanahan.

Ki Ageng Pamanahan kemudian mengabdikan diri kepada Sultan Hadiwijaya, pendiri Kesultanan Pajang.

Dari Ki Ageng Pamanahan inilah, Ki Ageng Henis memiliki cucu bernama Danang Sutawijaya, yang kemudian bergelar Panembahan Senopati, pendiri Kesultanan Mataram.

Menyebarkan Islam di Solo

Sebelum menjadi wilayah Islam, masyarakat di Solo, tepatnya di Laweyan, masih memeluk agama Hindu.

Di Laweyan, ada pemimpin bernama Ki Ageng Beluk, yang kemudian berkenalan dengan Ki Ageng Henis.

Baca juga: Panembahan Senopati, Pendiri Kerajaan Mataram Islam

Ki Ageng Henis kemudian diberi tanah perdikan oleh Ki Ageng Beluk, di mana ia mengajarkan warga untuk mengembangkan benang menjadi kain dan batik yang bernilai bagus.

Sembari mengembangkan benang di Laweyan, Ki Ageng Henis juga menyebarkan Islam.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Mengapa Imam Hanafi Mendapat Gelar Ahlul Ra'yi?

Mengapa Imam Hanafi Mendapat Gelar Ahlul Ra'yi?

Stori
Sejarah Salam Tempel, Tradisi Bagi Uang Saat Lebaran

Sejarah Salam Tempel, Tradisi Bagi Uang Saat Lebaran

Stori
Upacara Melasti, Ritual Penyucian Diri untuk Menyambut Nyepi

Upacara Melasti, Ritual Penyucian Diri untuk Menyambut Nyepi

Stori
Strategi Perang Parit pada Perang Dunia I

Strategi Perang Parit pada Perang Dunia I

Stori
10 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

10 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Stori
Sejarah Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Sejarah Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Stori
Peran Adolf Hitler dalam Perang Dunia II

Peran Adolf Hitler dalam Perang Dunia II

Stori
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Umat Hindu Bali

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Umat Hindu Bali

Stori
Alasan Perekonomian Mataram Kuno Tidak Bergantung pada Sektor Maritim

Alasan Perekonomian Mataram Kuno Tidak Bergantung pada Sektor Maritim

Stori
Sejarah Marga Purba

Sejarah Marga Purba

Stori
Penyebab Perang Dunia I

Penyebab Perang Dunia I

Stori
Alasan Kekuasaan Mataram Islam Semakin Surut di Masa Amangkurat I

Alasan Kekuasaan Mataram Islam Semakin Surut di Masa Amangkurat I

Stori
5 Tokoh Pemberontakan DI/TII

5 Tokoh Pemberontakan DI/TII

Stori
Pembebasan Allen Pope, Intel CIA yang Terlibat Permesta

Pembebasan Allen Pope, Intel CIA yang Terlibat Permesta

Stori
Perbedaan Trikora dan Dwikora

Perbedaan Trikora dan Dwikora

Stori
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com