Candi Sewu: Sejarah, Fungsi, dan Kompleks Bangunan

Kompas.com - 24/01/2022, 12:00 WIB
Bhiku melakukan ritual pradaksina, memutari candi sebanyak tiga kali searah jarum jam saat perayaan Tri Suci Waisak 2565 BE di Candi Sewu, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (26/5/2021). Perayaan Tri Hari Suci Waisak tersebut digelar secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGBhiku melakukan ritual pradaksina, memutari candi sebanyak tiga kali searah jarum jam saat perayaan Tri Suci Waisak 2565 BE di Candi Sewu, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (26/5/2021). Perayaan Tri Hari Suci Waisak tersebut digelar secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

KOMPAS.com - Candi Sewu atau Manjusrighra adalah kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur.

Kompleks percandian ini terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Jaraknya sekitar 800 meter di sebelah utara Candi Prambanan.

Dibangun pada abad ke-8, Candi Sewu berusia lebih tua dari Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Meskipun aslinya memiliki 249 candi, oleh masyarakat setempat dinamakan " Candi Sewu", yang berarti seribu dalam bahasa Jawa, karena jumlahnya sangat banyak.

Baca juga: Sejarah Berdirinya Candi Borobudur

Sejarah Candi Sewu

Menurut Prasasti Kelurak yang berangka tahun 782 dan Prasasti Manjusrigrha yang berangka tahun 792, nama asli Candi Sewu adalah Prasada Vajrasana Manjusrigrha.

Istilah prasada bermakna candi atau kuil, vajrajasana bermakna tempat, wajra (intan atau halilintar) bertakhta, dan Manjusri-grha bermakna rumah Manjusri.

Manjusri sendiri adalah salah satu Boddhisatwa (calon biksu) dalam ajaran Buddha.

Diduga, Candi Sewu dibangun oleh Raja Mataram Kuno kedua, Rakai Panangkaran, yang memerintah antara tahun 746-784.

Dalam perkembangannya, kompleks candi bercorak Buddha ini diperkirakan pernah dipugar dan diperluas oleh Rakai Pikatan, Raja Mataram Kuno yang membangun Candi Prambanan.

Adanya Candi Sewu (bercorak Buddha) berdampingan dengan Candi Prambanan (bercorak Hindu) menunjukkan bahwa Kerajaan Mataram Kuno menjunjung tinggi toleransi beragama.

Baca juga: Toleransi Beragama di Kerajaan Mataram Kuno

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Orang Bali Tidak Boleh Makan Sapi?

Mengapa Orang Bali Tidak Boleh Makan Sapi?

Stori
6 Contoh Perjuangan Secara Diplomasi

6 Contoh Perjuangan Secara Diplomasi

Stori
10 Tulah Mesir

10 Tulah Mesir

Stori
7 Jenis Manusia Purba yang Ditemukan di Indonesia

7 Jenis Manusia Purba yang Ditemukan di Indonesia

Stori
Sejarah Olahraga Skateboard

Sejarah Olahraga Skateboard

Stori
Tim Jenkin, Pejuang Anti-Apartheid yang Berhasil Kabur dari Penjara

Tim Jenkin, Pejuang Anti-Apartheid yang Berhasil Kabur dari Penjara

Stori
Nama-Nama Khalifah Bani Umayyah

Nama-Nama Khalifah Bani Umayyah

Stori
Henk Sneevliet, Pembawa Komunisme ke Indonesia

Henk Sneevliet, Pembawa Komunisme ke Indonesia

Stori
Situs Trinil, Situs Prasejarah Temuan Eugene Dubois

Situs Trinil, Situs Prasejarah Temuan Eugene Dubois

Stori
4 Hari Raya Agama Buddha

4 Hari Raya Agama Buddha

Stori
Anggota Wali Songo yang Menyebarkan Islam di Jawa Timur

Anggota Wali Songo yang Menyebarkan Islam di Jawa Timur

Stori
Sumo, Olahraga Gulat Tradisional Jepang

Sumo, Olahraga Gulat Tradisional Jepang

Stori
Apa Itu Poskolonial?

Apa Itu Poskolonial?

Stori
Australopithecus Robustus, Manusia Purba Vegetarian

Australopithecus Robustus, Manusia Purba Vegetarian

Stori
Biografi Lao Tse, Pendiri Ajaran Taoisme

Biografi Lao Tse, Pendiri Ajaran Taoisme

Stori
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.