Kompas.com - 15/04/2021, 22:00 WIB
Atlet jalan cepat Indonesia, Hendro (kedua kiri), meminum air saat bertanding pada final jalan cepat 20.000 meter putra SEA Games XXIX di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (22/8/2017). Hendro berhasil pecahkan rekor dan menyabet emas dengan catatan waktu satu jam 32 menit 11 detik. ANTARA FOTO / SIGID KURNIAWANAtlet jalan cepat Indonesia, Hendro (kedua kiri), meminum air saat bertanding pada final jalan cepat 20.000 meter putra SEA Games XXIX di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (22/8/2017). Hendro berhasil pecahkan rekor dan menyabet emas dengan catatan waktu satu jam 32 menit 11 detik.

KOMPAS.com - Jalan cepat merupakan salah satu nomor dalam cabang olahraga atletik. Jalan cepat disebut juga dengan racewalking.

Mengutip laman resmi sosiasi Federasi Atletik Internasional (IAAF), nomor jalan cepat yang dilombakan pada ajang Olimpiade adalah 20 kilometer (putra dan putri) serta 50 kilometer (putra).

Dalam modul Sehat-Bugar untuk Tua-Muda (Atletik Jalan dan Lari) (2017) terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jalan cepat adalah gerak maju langkah kaki yang dilakukan sedemikian rupa sehingga kontak dengan tanah tetap terpelihara dan tidak terputus.

Selama melangkah, kaki atlet yang bergerak maju harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah.

Baca juga: Jalan Cepat: Sejarah, Pengertian, Teknik Dasar, dan Peraturan

Dalam perlombaan jalan cepat, seorang atlet harus menguasai teknik dasar yang meliputi teknik start atau awalan, posisi badan, teknik langkah kaki, dan teknik akhiran atau finis.

Selain itu, juga terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam jalan cepat.

Hal yang perlu diperhatikan dalam lomba jalan cepat

Hal yang perlu diperhatikan dalam jalan cepat adalah sebagai berikut.

  1. Start yang digunakan adalah start berdiri.
  2. Posisi badan ketika melangkah adalah tegap.
  3. Pandangan lurus ke depan dan melakukan langkah kaki satu garis lurus antara kaki kanan dan kiri.
  4. Ayunan tangan dilakukan dengan cara menekuk kedua siku menyerupai sudut 90 derajat.
  5. Lutut tetap lurus pada saat menumpu.
  6. Jangan sampai badan dan lengan diangkat terlalu tinggi.
  7. Lakukan daya dorong penuh, gunakan gerak lengan yang mudah dan gerakan yang baik dari pinggang.
  8. Usahakan tubuh dalam keadaan rileks agar keseimbangan tubuh tetap terjaga.

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Lari Estafet

Atlet jalan cepat Indonesia, Hendro (kedua kiri), bertanding pada final jalan cepat 20.000 meter putra SEA Games XXIX di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (22/8/2017). Hendro berhasil pecahkan rekor dan menyabet emas dengan catatan waktu satu jam 32 menit 11 detik. ANTARA FOTO / SIGID KURNIAWAN Atlet jalan cepat Indonesia, Hendro (kedua kiri), bertanding pada final jalan cepat 20.000 meter putra SEA Games XXIX di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (22/8/2017). Hendro berhasil pecahkan rekor dan menyabet emas dengan catatan waktu satu jam 32 menit 11 detik.

Hal yang perlu dihindari dalam jalan cepat

1. Kehilangan hubungan/kontak dengan tanah (terlepas dari permukaan tanah dan ada saat melayang).

2. Badan terlalu condong ke depan atau tertinggal di belakang.

3. Menarik atau menurunkan titik pusat gravitasi badan.

4. Mendorong titik gravitasi menurut jalur yang zig-zag.

5. Langkah kaki terlalu pendek.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X