Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/09/2023, 14:00 WIB
Rahma Atillah,
Serafica Gischa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sosiologi politik adalah ilmu tentang kekuasaan, pemerintahan, otoritas, komando di dalam semua masyarakat manusia, tidak hanya di dalam masyarakat nasional.

Salah satu tokoh besar yang bisa dianggap sebagai ‘bapak pendiri’ sosiologi politik karena karyanya yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosiologi politik adalah Karl Marx.

Marx memiliki kontribusi yang besar dalam menyusun teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial, dan sistem politik, sehingga gagasan tersebut disebut Marxisme.

Secara garis besar, sumbangan pemikiran Marx tentang sosiologi politik sangat bervariasi dan dapat digolongkan dalam tiga bidang, yaitu Teori Umum, Teori Khusus dan Metodologi.

Baca juga: Pokok Kajian Sosiologi Menurut Karl Marx

Teori umum

Teori umum Karl Marx membahas tentang determinisme ekonomi dan dialektika materialisme, di mana dalam teori ini Marx memandang bahwa kekayaan dan kekuasaan itu tidak terdistribusi secara merata dalam masyarakat.

Menurut Marx, ciri utama masyarakat bukannya stabilitas dan kesalingtergantungan, melainkan konflik dan persaingan, di mana konflik material bersumber dari kekuatan-kekuatan ekonomi yang saling bertegangan.

Berdasarkan teorinya, ia mengungkapkan bahwa konflik kelas akan terus ada, hingga akhirnya kapitalisme akan dihancurkan dan kelas proletar akan membangun masyarakat tanpa kelas.

Baca juga: Faktor-Faktor Penyebab Konflik

Teori khusus

Dalam teori khusus, Marx membahas mengenai perjuangan kelas dan alienansi. Salah satu sumbangan Karl Marx terhadap perkembangan sosiologi adalah teori tentang kelas.

Marx memiliki pandangan bahwa sejarah umat manusia merupakan sejarah perjuangan kelas. Menurutnya, terdapat dua kelas sosial berdasarkan kepemilikan mereka terhadap alat-alat untuk melakukan produksi ekonomi, yaitu borjuis dan proletar.

Selain itu, Marx juga mengembangkan teori alienasi atau keterasingan, di mana kaum proletar pada akhirnya menyadari diri sebagai bagian dari kelompok-kelompok sosial atas dasar ekonomi. Situasi inilah yang kemudian akan memunculkan konflik kelas.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Bagaiamana Cara Virus Menginfeksi Bakteri?

Bagaiamana Cara Virus Menginfeksi Bakteri?

Skola
Teknik Pengapuran dalam Kolam Budidaya beserta Tujuannya

Teknik Pengapuran dalam Kolam Budidaya beserta Tujuannya

Skola
Pengertian Hierarki dan Regulasi

Pengertian Hierarki dan Regulasi

Skola
10 Jenis Kolam Budidaya Ikan Berdasarkan Fungsinya

10 Jenis Kolam Budidaya Ikan Berdasarkan Fungsinya

Skola
Pengertian Konstitusi Menurut Para Ahli

Pengertian Konstitusi Menurut Para Ahli

Skola
Jenis-jenis Kandungan Vitamin Pada Ikan beserta Manfaatnya

Jenis-jenis Kandungan Vitamin Pada Ikan beserta Manfaatnya

Skola
Manfaat Tumbuhan Air dalam Akuarium

Manfaat Tumbuhan Air dalam Akuarium

Skola
Contoh dan Nama Lain dari Kiamat Kecil

Contoh dan Nama Lain dari Kiamat Kecil

Skola
5 Perbedaan Haji dan Umrah, Apa Saja?

5 Perbedaan Haji dan Umrah, Apa Saja?

Skola
Apa Bedanya Color dan Colour?

Apa Bedanya Color dan Colour?

Skola
Apa yang Dimaksud Komunikasi Sosial?

Apa yang Dimaksud Komunikasi Sosial?

Skola
10 Daftar Nama dan Letak Sungai Terbesar di Dunia

10 Daftar Nama dan Letak Sungai Terbesar di Dunia

Skola
5 Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi

5 Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi

Skola
Data Vektor: Pengertian dan Fungsinya

Data Vektor: Pengertian dan Fungsinya

Skola
Pengertian Perumusan Masalah: Ciri-ciri dan Fungsi

Pengertian Perumusan Masalah: Ciri-ciri dan Fungsi

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com