Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seni Musik Tradisional Indonesia yang Mendunia

Kompas.com - 08/09/2022, 07:30 WIB
Silmi Nurul Utami

Editor

Oleh: Ani Rachman, Guru SDN No.111/IX Muhajirin, Muaro Jambi, Provinsi Jambi

 

KOMPAS.com - Kekayaan budaya Indonesia yang beragam yang dimiliki Indonesia, salah satunya adalah seni musik tradisional yang memiliki keunikan tersendiri.

Meskipun memiliki karakteristik tradisional, namun di dalam perkembangannya beberapa jenis musik ini sudah cukup dikenal di mancanegara.

Bahkan saat ini, sudah ada grup-grup seni musik tradisional yang berasal dari luar negeri.

Beberapa seni musik tradisional yang sudah terkenal dan mendunia adalah gamelan, angklung, kolintang, dan sasando.

Baca juga: Musik Tradisional: Definisi, Fungsi, Ciri-Ciri, dan Jenisnya

Gamelan

Gamelan adalah seni musik orkestra asli Indonesia yang sudah sangat digemari oleh masyarakat mancanegara.

Gamelan yang paling terkenal adalah gamelan Jawa, selain gamelan jawa ada juga gamelan bali dan gamelan sunda. Perbedaanya terletak pada susunan beberapa alat musik dan nada yang dimainkan.

Gamelan Jawa memiliki nada yang lebih lembut dan bertempo lebih lambat, berbeda dengan gamelan bali yang rancak dan gamelan sunda yang mendayu-dayu dan di dominasi suara suling.

Perbedaan nada gamelan itu berkaitan dengan karakter masyarakat atau daerah tempat kesenian gamelan itu berasal.

Baca juga: Gamelan, Alat Musik Tradisional yang Mendunia

Seperangkat gamelan terdiri atas beberapa alat music, diantaranya satu set alat musik serupa drum yang disebut kendang, rebab, celempung, gambang, gong dan seruling bambu. Komponen utama alat-alat musik gamelan adalah bambu, logam, dan kayu.

Angklung

Para murid Saung Angklung Udjo yang sedang mendemonstrasikan heleran atau arak-arakan kepada para wisatawan, Bandung, Kamis (16/1/2020).kompas.com / Nabilla Ramadhian Para murid Saung Angklung Udjo yang sedang mendemonstrasikan heleran atau arak-arakan kepada para wisatawan, Bandung, Kamis (16/1/2020).

Angklung adalah alat musik yang berasal dari Jawa Barat, terdiri atas dua tabung bamboo dan rangka bambu.

Alat musik angklung dipopulerkan oleh Daeng Soetigna pada sekitar tahun 1930-an. Angklung dibunyikan dengan cara digetarkan atau dipukul.

Keindahan suara angklung hanya dapat dinikmati apabila angklung dimainkan secara bersama-sama.

Hal tersebut karena satu angklung hanya bisa memainkan satu nada sehingga butuh banyak angklung untuk memainkan sebuah lagu.

Baca juga: Angklung, Alat Musik Tradisional Warisan Dunia

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Komunikasi Instruksional: Pengertian dan Contohnya

Komunikasi Instruksional: Pengertian dan Contohnya

Skola
8 Ciri-ciri Bangun Persegi yang Wajib Diketahui

8 Ciri-ciri Bangun Persegi yang Wajib Diketahui

Skola
Siapa yang Bertanggung Jawab dalam Firma?

Siapa yang Bertanggung Jawab dalam Firma?

Skola
Kalimat Penjelas: Pengertian dan Ciri-cirinya

Kalimat Penjelas: Pengertian dan Ciri-cirinya

Skola
14 Unsur Tatahan dalam Wayang Kulit

14 Unsur Tatahan dalam Wayang Kulit

Skola
Pengertian 'Lakon' dan Jenisnya dalam Pementasan Wayang Purwa

Pengertian "Lakon" dan Jenisnya dalam Pementasan Wayang Purwa

Skola
Pengertian 'Sanggit' dalam Dunia Pewayangan

Pengertian "Sanggit" dalam Dunia Pewayangan

Skola
Kisah Perang Bharatayuddha dalam Pewayangan Jawa

Kisah Perang Bharatayuddha dalam Pewayangan Jawa

Skola
Mengenal Tokoh Wayang Togog

Mengenal Tokoh Wayang Togog

Skola
Karakter Tokoh Dewi Sinta dalam Versi Ramayana

Karakter Tokoh Dewi Sinta dalam Versi Ramayana

Skola
Penokohan dalam Cerita Wayang Ramayana beserta Karakternya

Penokohan dalam Cerita Wayang Ramayana beserta Karakternya

Skola
Mengenal Pewayangan Mahabharata

Mengenal Pewayangan Mahabharata

Skola
Apa Itu Komunikasi Bencana?

Apa Itu Komunikasi Bencana?

Skola
Pengertian Pasar Global dan Ciri-cirinya

Pengertian Pasar Global dan Ciri-cirinya

Skola
Instrumen Perlindungan Hak Asasi PBB

Instrumen Perlindungan Hak Asasi PBB

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com