Kompas.com - 20/05/2022, 08:00 WIB

KOMPAS.com - Suatu wilayah dikatakan sebagai negara jika memiliki rakyat, wilayah permanen, dan pemerintahan yang berdaulat.

Ada tiga pendekatan untuk mengkaji terbentuknya suatu negara, yakni pendekatan faktual, teoretis, serta historis.

Menurut Ignatius Adiwidjaja dalam buku Politik Bernegara dalam Kajian Dinamika Ideologi, Politik, dan Kekuasaan (2017), pendekatan faktual didasarkan pada kenyataan atau fakta empiris terbentuknya suatu negara.

Pendekatan faktual atau primer juga didasarkan pada kenyataan yang memang sungguh terjadi dan telah menjadi pengalaman sejarah.

Salah satu teori terbentuknya negara berdasarkan pendekatan faktual adalah teori occupatie atau penaklukan.

Baca juga: 4 Teori Terbentuknya Negara

Pengertian teori occupatie

Teori terbentuknya negara di mana sebuah daerah bebas kemudian diduduki oleh suatu bangsa yang selanjutnya mendirikan negara di daerah, disebut teori occupatie atau penaklukan.

Dikutip dari buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN di Perguruan Tinggi) (2017) oleh Sarinah dkk, occupatie merupakan pendudukan suatu wilayah yang semula tidak bertuan oleh manusia atau suatu bangsa, yang kemudian mendirikan negara di wilayah itu.

Contoh teori occupatie

Dilansir dari buku Dasar-dasar Ilmu Pemerintahan (2021) karangan Titin Rohayatin, contoh teori occupatie atau penaklukan adalah pendudukan Liberia oleh budak-budak Negro yang dimerdekakan pada 1847.

Contoh lainnya ialah negara-negara yang berdiri di era Yunani Kuno serta Romawi Kuno.

Selain teori occupatie atau penaklukan, berdasarkan pendekatan faktual, negara juga bisa terbentuk karena:

  1. Separatie
    Pemisahan diri dari negara induk dan menyatakan kemerdekaannya sendiri.
  2. Fusi
    Peleburan beberapa negara menjadi satu negara baru.
  3. Inovatie
    Suatu negara yang lenyap kemudian di atas bekas wilayahnya muncul negara baru.
  4. Cessie
    Penyerahan suatu daerah ke negara lainnya.
  5. Anexatie
    Penaklukan suatu wilayah yang memungkinkan berdirinya negara di wilayah tersebut setelah 30 tahun tanpa reaksi dari penduduk setempat.
  6. Proklamasi
    Pernyataan kemerdekaan setelah keberhasilan merebut kembali wilayah yang dijajah.

Baca juga: 5 Tujuan Negara Menurut Para Ahli dan Penjelasannya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.