Kompas.com - 14/07/2021, 13:15 WIB
Ilustrasi definisi dan ciri-ciri kurva indiferen freepik.com/storiesIlustrasi definisi dan ciri-ciri kurva indiferen

KOMPAS.com – Bisnis jual beli dengan produk berupa barang maupun jasa adalah sentral perekonomian dunia.

Suatu bisnis akan berjalan dengan lancar dan menghasilkan laba jika bisa mendapat banyak konsumen. Oleh karena itu, dalam ekonomi dikembangkan pendekatan untuk menilai perilaku dan preferensi konsumen.

Dalam pendekatan tersebut, digunakan kurva indiferen. Namun apakah kurva indiferen itu? Kurva indiferen adalah teori yang dibuat oleh seorang ekonom dan ahli statistic asal Irlandia bernama Francis Ysidro Edgeworth pada tahun 1881.

Dilansir dari The Economic Times, kurva indiferen adalah grafik yang menunjukkan kombinasi dua barang yang memberikan kepuasan atau utilitas yang sama kepada konsumen.

Kurva indiferen menunjukkan perilaku konsumen yang acuh tak acuh (ketidakpedulian) antar dua buah produk yang memberikan kepuasan sama. Sehigga kurva indiferen sering disebut dengan peta ketidakpedulian.

Baca juga: Barang Ekonomi: Pengertian dan Contohnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kurva indiferen menghubungkan titik-titik kombinasi dari pembelian produk berbeda dengan tingkat kepuasan yang sama. Dalam kumpulan kurva indiferen, kurva yang lebih tinggi menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi pula.

Ciri-ciri kurva indiferen

Ciri-ciri kurva indifere, yaitu:

  • Memiliki kemiringan negatif

Kurva indeferen memiliki kemiringan negatif, sehingga kurvanya selelu menjulur dari kiri dan menurun ke kanan.

Dilansir dari Economics Concepts, hal tersebut dikarenakan saat konsumen meningkatkan konsumsi suatu produk, berarti ia harus melepaskan produk lainnya untuk mempertahankan kepuasan. Dalam ilmu ekonomi, hal tersebut disebut dengan diminishing marginal rate of substitution.

  • Cembung ke arah titik asal (origin)

Ciri-ciri selanjutnya dari kurva indiferen adalah bentuk grafiknya cembung ke aras asal atau membungkuk ke dalam.

Posma Sariguna Johnson Kennedy dalam Modul Ekonomi Mikro: teori Perilaku Konsumen Dengan Pendekatan Ordinal (2016) menyebutkan kecembungan menunjukkan adanya perbedaan proporsi jumlah yang harus dikorbankan untuk mengubah kombinasi jumlah masing-masing barang yang dikonsumsi.

Baca juga: Barang Kena Pajak: Definisi, Aturan, dan Jenisnya

  • Tidak saling berpotongan

Garis grafik kurva indiferen juga tidak mungkin saling berpotongan. Hal tersebut karena setiap kurva indiferen bersifat konsisten dalam menunjukkan tingkat kepuasan yang berbeda atau tidak mungkin diperoleh kepuasan yang sama dari kurva yang berbeda.

  • Grafik tidak menyentuh sumbu

Pada kurva indiferen, grafik tidak menyentuh sumbu horizontal maupun sumbu vertikal. Hal ini dikarenakan konsumen membeli produk yang berbeda (lebih dari satu barang).

Kura yang menyentuh sumbu hanya terjadi pada grafik non-indiferen di mana konsumennya hanya membeli satu produk.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.