Kompas.com - 10/07/2021, 14:00 WIB
Gigantopithecus, kera besar wikipedia.org/ConcavenatorGigantopithecus, kera besar

KOMPAS.com – Bigfoot merupakan makhluk legenda berupa raksasa berkaki besar dengan tubuh besar yang ditutupi dengan bulu.

Bigfoot biasanya digambarkan sejenis kera raksasa yang hidup di hutan-hutan jauh dari manusia. Bigfoot terkadang disebut dengan yeti ataupun sasquatch.

Bigfoot dianggap hanyalah isapan jempol belaka, hingga ditemukannya fosil geraham primata yang luar biasa besar. Lucunya, fosil geraham tersebut tidak ditemukan pada penggalian situs prasejarah namun di dalam sebuah apotek.

Dilansir dari Smithsonian Magazine, seorang ahli paleoantropologi asal Jerman bernama Ralph von Kuenigswald masuk ke sebuah apotek di Hong Kong dan menemukan geraham primata yang luar biasa besar untuk di jual.

Ralph kemudian meneliti geraham tersebut yang ternyata adalah fosil seekor kera besar dan dinamai dengan Gigantopithecus blacki.

Baca juga: Honey Badger, Hewan yang Tak Mengenal Rasa Takut

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gigantopithecus memiliki arti kera besar, sedangkan blacki dipakai untuk menghormati kolega Ralph yang bernama Davidson Black.

Gigantopitecus blacki adalah primata terbesar yang pernah hidup di bumi, mereka adalah bigfoot di kehidupan nyata. Rahang yang ditemukan Ralph tersebut adalah satu dari tiga spesies Gigantopithecus.

Hidup di Asia Tenggara 

Dilansir dari Thought Co, Gigantopithecus blacki adalah yang terbesar dan hidup di Asia Tenggara. Gigantopithecus bilaspurensis berasal dari enam juta tahun yang lalu dan yang ketiga adalah yang terkecil yaitu Gigantopithecus giganteus yang ukuran tubuhnya hanya setengah dari ukuran blacki.

Tubuh Gigantopithecus blacki menjulang setinggi lebih dari tiga meter dengan berat mencapai 600 kilogram, padahal gorilla saja rata-rata hanya mencapai 200 kilogram. Dilansir dari BBC, mereka adalah kerabat dekat dengan orang utan dibandingkan dengan gorilla maupun simpanse.

Mereka adalah primata dengan tinggi dua kali pria dewasa yang hidup di Asia sekitar masa miosen akhir sampai pleistosen tengah atau sekitar 12 hingga 8 juta tahun yang lalu.

Baca juga: 8 Induk Hewan yang Bersifat Pekerja Keras

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.