Kompas.com - 10/07/2021, 13:00 WIB
Iustrasi paus Tory KallmanIustrasi paus

KOMPAS.comPaus menjadi mamalia laut terbesar di dunia. Hewan ini memainkan peranan yang sangat penting untuk ekosistem, termasuk melawan dampak perubahan iklim yang berbahaya bagi seisi makhluk hidup di bumi.

Dapat dikatakan, paus menjadi salah satu alasan mengapa manusia, hewan, serta makhluk hidup lain masih bisa bernapas hingga saat ini.

Bagaimana tidak? Kehadiran paus turut membantu penyediaan setengah dari oksigen yang tiap hitungan detik kita hirup.

Membantu penyediaan oksigen

Mengutip dari situs Whale and Dolphin Conservation USA, paus membantu penyediaan oksigen hingga 50 persen di bumi. Paus melakukannya dengan memberi nutrisi kepada fitoplankton yang dapat memproduksi makanannya sendiri.

Agar bisa berfotosintesis, fitoplankton membutuhkan karbon dioksida, dan nutrisi lainnya. Bagaimana mereka bisa mendapatkannya? Paus yang memberi kebutuhan nutrisi tersebut kepada fitoplankton, lewat kotorannya yang mengandung zat besi, nitrogen, serta fosfor. Paus terus mengedarkan kotorannya selama mereka bermigrasi.

Baca juga: Devils Hole Pupfish, Ikan Kecil Penghuni Death Valley

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama melakukan fotosintesis, fitoplankton setidaknya berhasil menyerap 40 persen karbon dioksida di dunia.

Hal ini kurang lebih setara dengan jumlah karbon dioksida yang berhasil diserap 1,70 triliun pohon. Sebagai gantinya, fitoplankton menghasilkan kurang lebih 50 persen oksigen di atmosfer.

Membantu penyerapan karbon

Melansir dari National Geographic, paus berukuran besar, seperti paus balin dan paus sperma, membantu penyerapan karbon. Mereka menimbun karbon di dalam tubuhnya yang kaya akan lemak serta protein.

Berdasarkan hasil studi pada 2010, ilmuwan memperkirakan jika delapan jenis paus balin, termasuk paus biru, bungkuk, dan minke, secara keseluruhan telah mengangkut hampir 30 ribu ton karbon. Jumlah ini dapat terus meningkat jika populasi paus besar bertambah.

Paus juga berperan penting dalam merangsang pertumbuhan dan kematian fitoplankton lewat kotorannya yang kaya akan zat besi dan nutrisi lainnya. Fitoplankton membutuhkan kotoran paus untuk terus berfotosintesis.

Peran paus sebagai penyerap karbon sangat membantu kita dalam memerangi dampak perubahan iklim. Bahkan hal ini terus berlanjut ketika paus sudah mati dan tergeletak di dasar laut. Mereka tetap menyimpan karbon tersebut untuk waktu yang sangat lama, bahkan hingga berabad-abad.

Baca juga: Benarkah Paus Beluga Bisa Berbicara Bahasa Manusia?

Dalam situs Mongabay dijelaskan jika perburuan paus masih terus berlangsung hingga saat ini. Tentunya aksi ini tidak baik untuk paus, ekosistem laut, serta fitoplankton. Apabila jumlahnya terus berkurang, proses fotosintesis fitoplankton akan menjadi terganggu.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kelestarian paus serta ekosistem lautnya, ialah dengan melakukan konservasi dan penghentian perburuan paus secara komersial.

Ilmuwan menjelaskan jika jumlah paus besar dan sehat di lautan semakin bertambah, jumlah oksigen yang tersedia di atmosfer juga akan meningkat. Dengan demikian, dampak perubahan iklim dapat dilawan dan diminimalisir.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.