Kompas.com - 18/06/2021, 13:40 WIB
Rumah Adat Riau Karya PemudaRumah Adat Riau

KOMPAS.com - Provinsi Riau kaya akan beragam kebudayaan yang lahir dari beragam suku bangsa. Bahasa daerah yang ada di Provinsi Riau adalah bahasa Melayu Riau yng digunakan masyarakat sehari-hari. 

Bahasa Melayu Riau digadang sebagai cikal bakal bahasa Indonesia, sehingga mirip dengan bahasa Indonesia.

Pemilihan bahasa Melayu Riau sebagai akar bahasa Indonesia sesuai dengan kebijakan pemerintah Hindia-Belanda.

Dilansir dari Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau, bahasa Melayu Riau dinilai paling murni lafalnya serta paling baik tata bahasa dan ejaannya.

Sehingga diwajibkan menjadi bahasa pengantar pendidikan pribumi di seluruh kawasan Hindia-Belanda. Dari situlah bahasa Melayu Riau berkembang menjadi bahasa nasional Indonesia.

Baca juga: Bahasa Daerah di Sulawesi Selatan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan situs Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia, bahasa Melayu Riau diucapkan dalam 24 dialek (pengucapan) yang berbeda, yaitu:

dialek pesisir dialek kampung hilir
dialek kundur dialek pulau laut
dialek bintan-karimun dialek ceruk
dialek pecong dialek pangkil
dialek karas-pulau abang dialek anglar
dialek malang rapat-kelong dialek binjai
dialek mantang lama dialek bandarsyah
dialek rejai dialek tanjungpala
dialek posek dialek pemping
dialek merawang dialek kampung bugis
dialek berindat-sebelat dialek kelumu
dialek arung ayam dialek mengkait

 

Menurut Ayatroaedi dalam buku Dialektologi Sebuah Pengantar (1983), dialek adalah sistem kebahasaan yang digunakan satu masyarakat untuk membedakannya dari masyarakat lain yang bertetangga dan menggunakan sistem yang berlainan walaupun erat hubungannya.

Riau terdiri dari banyak pulau yang diatasi oleh laut dan selat, belum lagi daerahnya banyak dibatasi oleh hutan.

Baca juga: Daftar Bahasa Daerah di Indonesia

Keadaan geografis alam Riau membuat masyarakatnya terpisah-pisah sehingga pengucapan bahasa daerahnyapun berbeda.

Saidat Dahlan dan teman-teman dalam bukuGeografi Dialek Bahasa Melayu Riau Kepulauan (1989), menyebutkan penyebab lain banyaknya dialek karena wilayah Riau berbatasan dengan Malaysia dan Singapura, yang menyebabkan adanya pengaruh luar.

Kemiripan bahasa Indonesia dengan bahasa Melayu Riau bisa dilihat dari kosa katanya. Misalnya dalam dalam bahasa Indonesia “tulang” dan dalam bahasa Riau disebut “tulan”, atau “sayur” menjadi “sayo”, “besok” yang menjadi “beso”, “hitam yang menjadi “itam”, dan “semut” yang menjadi “semot” dengan huruf e yang dibaca tipis atau lemah.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X