Kompas.com - 08/05/2021, 15:32 WIB
Ilustrasi kawanan serigala, predator penting dalam ekosistem alam. SHUTTERSTOCK/Luke23Ilustrasi kawanan serigala, predator penting dalam ekosistem alam.

KOMPAS.comSerigala dikenal sebagai salah satu hewan buas yang cukup ditakuti manusia. Selain dikenal buas, serigala juga memiliki beberapa kemiripan fisik dengan anjing, namun sifatnya lebih liar.

Tidak mengherankan jika serigala memiliki beberapa kemiripan dengan anjing, karena dua hewan ini masih berasal dari satu kelaurga yang sama, yakni Canis. Faktanya, serigala menjadi anggota terbesar dalam genus Canis dan memiliki hubungan menarik dengan manusia.

Dikutip dari Wonderopolis, manusia menggambarkan serigala sebagai hewan buas yang suka membuat suara lolongan.

Serigala jarang menyerang manusia, tetapi banyak yang merasa ketakutan jika berhadapan dengan hewan ini. Alasannya karena serigala sering menyerang hewan peliharaan dan ternak yang dimiliki manusia.

Serigala merupakan nenek moyang anjing. Diperkirakan sekitar 20 ribu dan 40 ribu tahun yang lalu, nenek moyang anjing ini mengalami proses domestikasi (penjinakan hewan liar atau buas) lewat evolusi. Hingga akhirnya saat ini, anjing menjadi salah satu hewan peliharan favorit manusia.

Baca juga: Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bisakah serigala dijinakkan?

Para ahli menjelaskan jika serigala susah sekali untuk dijinakkan. Karena mayoritas kawanan hewan ini mempunyai kualitas hidup yang jauh lebih tinggi di alam liar. Manusia tentunya juga akan merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup seekor serigala.

Melansir dari situs Saint Francis Wolf Sanctuary, serigala membutuhkan banyak ruang untuk berkeliaran, sebagai bentuk naluri alamiahnya. Hewan ini juga tidak bisa memakan sembarang makanan, karena sistem pencernaannya yang telah mengalami proses adaptasi selama ratusan ribu tahun.

Sebagai hewan karnivora, serigala membutuhkan daging mentah untuk proses pertumbuhan dan pertahanan hidupnya. Pola ruang dan makanan yang berbeda jauh dengan anjing, menjadi alasan utama mengapa serigala tidak bisa dijinakkan bahkan dipelihara.

Naluri alamiah serigala dan anjing

Mengutip dari Seeker, para ahli mengatakan jika anjing dan serigala memiliki masa awal pertumbuhan yang berbeda jauh. Sehingga saat dewasa pun, naluri dan sifat kedua hewan ini berbeda. Anjing bisa menjadi sahabat manusia dan serigala tetap menjadi hewan liar.

Saat usia dua minggu, serigala masih buta, tuli serta berusaha mengenali lingkungan sekitarnya. Ketika sensor pendengaran dan penglihatannya mulai aktif, serigala memiliki kejutan sensorik sehingga mereka cenderung merasa takut.

Baca juga: Alasan Ikan Hiu Menyerang Manusia

Berbeda dengan anjing, yang saat sensor pendengaran dan penglihatannya aktif, anjing cenderung menyukai dan berusaha mengeksplorasi kemampuannya ini. Anjing tidak memiliki kejutan sensorik sehingga tidak merasa takut dengan perubahan dalam dirinya.

Anak anjing saat berusia dua minggu tidak bisa bangun serta berjalan-jalan. Sedangkan anak serigala saat usia dua minggu, sudah bisa berjalan dengan kuat, menjelajah lingkungan sekitarnya, serta mulai memanjat bukit kecil.

Para peneliti mengungkapkan, jika manusia hanya membutuhkan waktu 90 menit interaksi untuk menghilangkan rasa takut dan menjadi lebih akrab dengan anak anjing. Interaksi ini bisa dimulai saat anak anjing berusia empat dan delapan minggu.

Sedangkan untuk anak serigala, manusia harus menjalin interaksi selama 24 jam penuh untuk menghilangkan sedikit rasa takut dan menjalin keakraban dengan hewan ini. Interaksi dengan anak serigala sudah harus dimulai sejak usianya sebelum tiga minggu.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X