Kompas.com - 02/03/2021, 13:09 WIB
Ilustrasi menulis. SHUTTERSTOCKIlustrasi menulis.

KOMPAS.com - Persuasi berarti mengajak seseorang atau sekelompok orang dengan cara membujuk secara halus. Dalam persuasi, penggunaan fakta sangatlah penting dan diperlukan.

Teks persuasi merupakan teks yang berisikan kalimat ajakan atau bujukan kepada pendengar agar publik melakukan atau mengikuti apa yang disampaikan.

Agar bisa mempengaruhi pendengar atau pembaca, penulis harus menggunakan data penujang atau fakta yang kuat. Maka dapat dikatakan, fakta dalam teks persuasi memegang peranan penting.

Menurut Tim Maestro Eduka dalam buku Top Fokus Ulangan dan Ujian SMP (2020), fakta dalam teks persuasi berfungsi sebagai upaya meyakinkan pembaca atau pendengar, agar percaya dengan apa yang disampaikan.

Fakta yang digunakan dalam teks persuasi bisa dalam bentuk data penelitian resmi, data pemerintah ataupun data lainnya yang bisa dipertanggungjawabkan keakuratannya.

Mengutip dari buku Super Complete SMP/MTS 7,8,9 (2019) karya Elis Khoerunnisa, dkk, dituliskan jika fakta dalam teks persuasi juga berfungsi untuk menghindari penggunaan kalimat yang bisa bertentangan atau menimbulkan konflik.

Baca juga: Contoh Teks Persuasi tentang Pendidikan dan Lingkungan

Dalam hal ini, bertentangan artinya apa yang ingin disampaikan penulis tidak berkesinambungan. Contohnya penulis ingin mengajak pendengar untuk membuang sampah pada tempatnya, tetapi data yang digunakan kurang sesuai atau justru tidak mendukung ajakan penulis.

Secara garis besar, kalimat fakta memiliki lima ciri utama, yaitu:

  1. Berupa data akurat yang biasanya diambil dari sumber resmi
  2. Bersifat objektif
  3. Memiliki tanggal, waktu dan tempat persitiwa
  4. Menyatakan kejadian yang pernah terjadi
  5. Bisa dijawab dengan menggunakan 5 W + 1 H (when, why, who, where, what, how).

Agar lebih mudah mengerti, mari kita simak contoh kalimat fakta dalam teks persuasi di bawah ini.

Contoh 1: (Ajakan untuk berhenti merokok)

Merokok dapat membahayakan kesehatan tubuh. Tidak hanya untuk perokok aktif, tetapi juga sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh perokok pasif. Dalam situs World Health Organization atau WHO, disebutkan jika aktivitas merokok telah membunuh lebih dari 8 juta orang tiap tahunnya. Tujuh juta orang diantaranya merupakan perokok aktif. Sedangkan sekitar 1,2 juta orang perokok pasif meninggal dunia akibat terpapar asap rokok orang lain. 

Contoh 2: (Ajakan untuk tidak melakukan bullying) 

Tindakan bullying sama sekali tidak boleh dilakukan, baik di lingkungan sekolah, media sosial ataupun di tempat lainnya. Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI mencatat jika dalam kurun waktu 2011 hingga 2019, total sudah ada 2.743 laporan terkait bullying dan terlihat jika trennya terus meningkat.

Seperti yang telah dijelaskan dalam Pasal 9 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, bahwa anak harus mendapat hak perlindungan di satuan pendidikan dari tindakan pelecehan seksual dan kekerasan dari pendidik, tenaga pendidik ataupun peserta didik. 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X