Keruntuhan Samudera Pasai

Kompas.com - 29/12/2020, 17:12 WIB
Museum Kerajaan Samudera Pasai, di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Aceh, Jumat (17/3/2017). KOMPAS.com/MASRIADIMuseum Kerajaan Samudera Pasai, di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Aceh, Jumat (17/3/2017).

KOMPAS.com - Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar tahun 1267 Masehi. Kerajaan Samudera Pasai terletak di pesisir pantai Sumatera bagian utara.

Akar keruntuhan Samudera Pasai telah terlihat pada masa pemerinthan Sultan Malik Az-Zahir sekitar pertengahan abad ke-14 Masehi.

Dalam buku Islamisasi dan Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia (2012) karya Daliman, keruntuhan Samudera Pasai disebabkan oleh dua faktor, yaitu internal dan eksternal yang saling berkesinambungan satu dan yang lainnya. Berikut penjelasannya:

Faktor Internal

Faktor internal keruntuhan Samudera Pasai, yaitu:

  • Konflik di lingkungan istana

Konflik internal di lingkungan istana disebabkan oleh perebutan kekuasaan antara keturunan Sultan Pasai. Konflik ini telah muncul sejak akhir abad ke-14 Masehi.

Baca juga: Penjelajahan Samudera: Petualangan dan Perebutan Hegemoni

  • Munculnya Pemberontakan

Pertikaian antara keluarga istana berdampak pada munculnya pemberontakan di Samudera Pasai. Pada perkembangannya, Samudera Pasai meminta bantuan kepada Kesultanan Malaka untuk memberantas pemberontakan tersebut.

Setelah berhasil memadamkan pemberontakan, pengaruh kekuasaan Kesultanan Malaka di Samudera Pasai semakin menguat.Hal tersebut mengakibatkan eksistensi Samudera Pasai di kawasan Malaka semakin melemah.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal keruntuhan Samudera Pasai, yakni:

  • Serangan Kerajaan Majapahit

Dalam buku Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara Islam di Nusantara (2005) karya Slamet Muljana, Majapahit menyerang Samudera Pasai pada tahun 1345 hingga 1350.

Penyerangan Majapahit didasarkan atas perlakuan tidak pantas dari Sultan Ahmad Malik Az-Zahir terhadap putri kerajaan Majapahit bernama Raden Galuh Gemerencang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menjaga Lingkungan dari Sampah Plastik

Menjaga Lingkungan dari Sampah Plastik

Skola
Cara Menghitung Volume Bola

Cara Menghitung Volume Bola

Skola
Cara Menghitung Volume Prisma

Cara Menghitung Volume Prisma

Skola
Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Air Laut

Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Air Laut

Skola
Penulisan Tempat dan Tanggal yang Benar pada Surat

Penulisan Tempat dan Tanggal yang Benar pada Surat

Skola
Tanggung Jawab Ibu dan Ayah dalam Keluarga

Tanggung Jawab Ibu dan Ayah dalam Keluarga

Skola
Cara Menghitung Luas Permukaan Bola

Cara Menghitung Luas Permukaan Bola

Skola
Kondisi Sosial Budaya di Singapura

Kondisi Sosial Budaya di Singapura

Skola
Tari Gantar, Tarian Kegembiraan Menanam Padi

Tari Gantar, Tarian Kegembiraan Menanam Padi

Skola
Fungsi Fakta dalam Teks Persuasi

Fungsi Fakta dalam Teks Persuasi

Skola
Jenis-Jenis Patung Berdasarkan Fungsinya

Jenis-Jenis Patung Berdasarkan Fungsinya

Skola
Macam-Macam Norma di Masyarakat

Macam-Macam Norma di Masyarakat

Skola
Perbedaan Informasi Tersurat dan Tersirat

Perbedaan Informasi Tersurat dan Tersirat

Skola
Ciri Perlawanan Bangsa Indonesia pada Abad Ke-19

Ciri Perlawanan Bangsa Indonesia pada Abad Ke-19

Skola
Ciri Khas Masjid Kuno di Indonesia

Ciri Khas Masjid Kuno di Indonesia

Skola
komentar
Close Ads X