Kompas.com - 29/12/2020, 16:06 WIB
Ilustrasi piutang freepik.com/vectorjuiceIlustrasi piutang

KOMPAS.comPiutang merupakan salah satu komponen dari aktiva lancar dalam neraca perusahaan. Piutang terjadi karena adanya transaksi penjualan barang atau jasa secara kredit.

Dalam proses transaksi kredit, paling tidak melibatkan dua pihak, yaitu pihak yang menjual barang atau jasa dan memperoleh piutang (kreditur), serta pihak yang melakukan pembelian dan menjadikan utang (debitur).

Penjualan secara kredit dilakukan demi menaikkan volume penjualan agar merangsang pembeli terhadap barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual.

Johar Arifin dalam bukunya Akuntansi Pajak dengan Microsoft Excel (2009), menjelaskan bahwa piutang dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu:

Piutang usaha adalah jumlah yang akan ditagih dari pelanggan sebagai akibat penjualan barang atau jasa secara kredit. Piutang usaha mempunyai saldo normal disebelah debet sesuai dengan saldo normal untuk aktiva.

Baca juga: Pungutan Resmi Selain Pajak

Piutang usaha memiliki jangka waktu tagih yang relatif pendek, biasanya dalam kurun waktu 30 hingga 60 hari. Oleh sebab itulah, piutang usaha diklasifikasikan dalam neraca sebagai aktiva lancar.

Piutang wesel adalah tagihan perusahaan kepada pembuat wesel. Pembuat wesel merupakan pihak yang telah berhutang kepada suatu perusahaan, baik melalui pembelian barang atau jasa secara kredit, maupun melalui peminjaman sejumlah uang.

Pihak yang berhutang tersebut berjanji kepada perusahaan selaku pihak yang dihutangkan untuk membayar sejumlah uang tertentu beserta bunganya dalam kurun waktu yang telah disepakati. Jangka waktu pembayaran piutang wesel paling cepat biasanya 60 hari.

Dalam buku Akuntansi Intermediate Ilustrasi Problem & Solusi (2009) karya Hery, dijelaskan bahwa pihak yang berjanji untuk membayar (pembuat wesel) instrumen kredit dinamakan wesel bayar, yang akan dicatat sebagai utang wesel.

Sementara pihak yang dijanjikan untuk menerima pembayaran, instrumennya dinamakan wesel tagih. Wesel tagih akan dicatat dalam pembukuan sebagai piutang wesel.

Baca juga: Jenis-Jenis Tarif Pajak

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X