Peristiwa yang Mengawali Pengakuan Kedaulatan oleh Belanda

Kompas.com - 26/12/2020, 17:17 WIB
Konferensi Meja Bundar, 23 Agustus 1949, antara lain memutuskan, sebagai imbalan penyerahan kedaulatan kepada Indonesia, pihak Belanda mendapat bayaran sebesar 4,5 miliar gulden dari pihak Indonesia. Dok. KompasKonferensi Meja Bundar, 23 Agustus 1949, antara lain memutuskan, sebagai imbalan penyerahan kedaulatan kepada Indonesia, pihak Belanda mendapat bayaran sebesar 4,5 miliar gulden dari pihak Indonesia.

KOMPAS.com - Pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda diperoleh melalui serangkaian peristiwa yang saling berhubungan antara satu dan yang lainnya.

Secara garis besar, peristiwa yang mengawali pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda adalah Agresi Militer Belanda 2, perundingan Roem-Royen dan Konferensi Meja Bundar.

Agresi Militer Belanda 2

Pada tanggal 18 Desember 1948, Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda 2 untuk menduduki kota Yogyakarta dan menangkap seluruh pemimpin-pemimpin Repubilk Indonesia. Agresi Militer Belanda 2 berlangsung secara cepat dan menuai keberhasilan yang diidamkan oleh Belanda.

Keputusan Belanda untuk melakukan Agresi Militer Belanda 2 menimbulkan kecaman dari dunia internasional.

Dalam buku Sejarah Indonesia Modern: 1200-2004 (2005) karya M.C Ricklefs, Dewan Keamanan PBB merasa tersinggung oleh keputusan Belanda untuk mengadakan agresi militer terhadap Indonesia.

Pada 22 Desember 1948, Amerika Serikat juga memberhentikan semua bantuan ekonomi terhadap Belanda.

Baca juga: Agresi Militer Belanda II

Perjanjian Roem-Royen

Pada 31 Desember 1948, Dewan Keamanan PBB meenghimbau Belanda dan Indonesia untuk melakukan gencatan senjata dan menyelesaikan sengketa melalui perundingan damai. Namun, himbauan Dewan Keamanan PBB tidak dihiraukan oleh pemerintah Belanda.

Pada 28 Januari, PBB memerintahkan Belanda untuk membebaskan pemimpin Indonesia dan membentuk suatu pemerintahan sementara untuk Indonesia. Selain itu, PBB juga menuntut kepada Belanda untuk menyerahkan kedaulatan secara penuh sebelum 1 Juli 1950.

Pada perkembangannya, Belanda bersedia untuk memenuhi tuntutan PBB namun dengan syarat bahwa Indonesia harus bersedia mengadakan perundingan pendahuluan sebelum pengakuan kedaulatan.

Pada 14 April 1949, diselenggarakan perundingan di Jakarta dibawah pimpinan Merle Corhan (Amerika Serikat). Tim delegasi Indonesia dipimpin oleh Moh. Roem dan delegasi Belanda dipimpin oleh H.J van Royyen.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X