Musik Nontradisional Nusantara

Kompas.com - 26/11/2020, 22:40 WIB
Pergelaran maestro Keroncong Indonesia, Endah Laras dan Danis Sugiyanto, serta grup Keroncong Rumput asal University of Richmond, Virginia, AS, pimpinan Profesor Andy McGraw, yang semua personilnya merupakan warga AS. DOKUMENTASI KBRI WASHINGTON DCPergelaran maestro Keroncong Indonesia, Endah Laras dan Danis Sugiyanto, serta grup Keroncong Rumput asal University of Richmond, Virginia, AS, pimpinan Profesor Andy McGraw, yang semua personilnya merupakan warga AS.

KOMPAS.com - Indonesia lekat dengan musik bernuansa tradisi yang berkembang di daerah. Tapi tahukah kamu terkait musik nontradisional Nusantara?

Latar belakang musik tradisi

Musik tradisi adalah musik yang lahir dan berkembang di daerah-daerah Indonesia dan diwariskan secara turun temurun ke generasi berikutnya.

Contoh musik tradisi daerah yang bisa ditemui seperti musik gamelan dari wilayah Jawa dan Bali dan musik kolintang dari Sulawesi Utara.

Musik tradisi menjadi salah satu bagian dari musik yang berkembang di Indonesia dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Musik keroncong, dangdut, gambus, langgam, campursari, pop Indonesia, dan musik pop mancanegara yang kita kenal nyatanya tidak lahir dari tradisi masyarakat Indonesia.

Baca juga: Jenis dan Fungsi Seni Musik

Sering kita jumpai musik Indonesia berbentuk perpaduan antara musik tradisi Indonesia dan musik dari mancanegara. Percampuran dalam karya musik itu membuat kemelekatan pada identitas musik Indonesia yang akhirnya nampak seperti milik Indonesia.

Contohnya, musik dangdut yang merupakan perpaduan musik India dan Melayu namun menggunakan bahasa Indonesia. Jenis karya seni musik, akhirnya disebut sebagai musik nontradisi Nusantara.

Karakteristik  dan keunikan karya musik nontradisional Nusantara

Musik yang ada di Indonesia, merunut sejarahnya banyak yang merupakan pencampuran budaya yang akhirnya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Di antaranya adalah musik keroncong, musik dangdut, musik gambus, musik langgam, musik campursari, musik pop Indonesia, dan musik pop mancanegara.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Interval Nada Harmonis dan Melodis

Interval Nada Harmonis dan Melodis

Skola
Peran IPTEK dalam Menunjang Kegiatan Ekonomi

Peran IPTEK dalam Menunjang Kegiatan Ekonomi

Skola
Tari Bedana, Cermin Tata Kehidupan Masyarakat Lampung

Tari Bedana, Cermin Tata Kehidupan Masyarakat Lampung

Skola
10 Patung Tertinggi di Dunia

10 Patung Tertinggi di Dunia

Skola
Tari Cangget, Tarian Tradisional Provinsi Lampung

Tari Cangget, Tarian Tradisional Provinsi Lampung

Skola
Kenapa Hujan Bikin Lapar?

Kenapa Hujan Bikin Lapar?

Skola
Gejala Listrik Dinamis

Gejala Listrik Dinamis

Skola
Ciri-Ciri Manusia Wirausaha

Ciri-Ciri Manusia Wirausaha

Skola
Definisi Kekuasaan Menurut Para Ahli

Definisi Kekuasaan Menurut Para Ahli

Skola
Tari Kancet Papatai, Tarian Perang dari Kalimantan Timur

Tari Kancet Papatai, Tarian Perang dari Kalimantan Timur

Skola
Mengapa Cheetah dan Kuda Sangat Lincah?

Mengapa Cheetah dan Kuda Sangat Lincah?

Skola
Makna Lagu Gundul-Gundul Pacul

Makna Lagu Gundul-Gundul Pacul

Skola
Tari Balean Dadas, Tarian Minta Kesembuhan dari Kalimantan Tengah

Tari Balean Dadas, Tarian Minta Kesembuhan dari Kalimantan Tengah

Skola
Apa Fungsi Kumis pada Kucing?

Apa Fungsi Kumis pada Kucing?

Skola
Siapa Pelukis Pertama di Dunia?

Siapa Pelukis Pertama di Dunia?

Skola
komentar
Close Ads X