Konfigurasi Elektron: Prinsip Aufbau, Larangan Pauli, dan Aturan Hund

Kompas.com - 09/10/2020, 17:12 WIB
Konfigurasi elektron Konfigurasi elektron

KOMPAS.com - Model atom mekanika kuantum menyatakan bahwa elektron berada pada orbital-orbital atom.

Atom-atom tersebut menempati orbital sesuai dengan susunannya, atau yang disebut sebagai konfigurasi elektron.

Aturan dalam konfigurasi elektron terdiri dari tiga yakni Prinsip Aufbau, Aturan Hund, dan Larangan Pauli.

Prinsip Aufbau

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, Prinsip Aufbau dikemukaan oleh fisikawan Denmark bernama Niels Bohr pada tahun 1920.

Baca juga: Model Atom Bohr

 

Prinsip Aufbau menyatakan bahwa pada kondisi dasar, elektron akan menempati kulit elektron dengan energi yang lebih rendah menuju energi yang lebih tinggi. Prinsip Aufbau digambarkan dalam diagram berikut:

silmi aturan Aufbauf

 

Pada gambar terlihat bahwa konfigurasi elektron dengan Prinsip Aufbau bergantung pada penjumlahan bilangan kuantum utama (n) dan bilangan kuantum azimuth (l).

Urutan energi orbital atom dari yang paling rendah ke yang paling tinggi adalah 1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p, 5s, 4d, 5p, 6s, 4f, dan seterusnya.

Maka elektron akan menempati sub kulit 1s terlebih dahulu baru menempati sub kulit 2s.

Pada subkulit s hanya dapat ditempati oleh 2 elektron. Pada subkulit p hanya dapat ditempati 6 elektron. Pada sub kulit d hanya dapat ditempati 10 elektron, dan pada kulit f hanya dapat ditempati 14 elektron.

Baca juga: Model Atom Mekanika Kuantum

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Macam-Macam Norma di Masyarakat

Macam-Macam Norma di Masyarakat

Skola
Perbedaan Informasi Tersurat dan Tersirat

Perbedaan Informasi Tersurat dan Tersirat

Skola
Ciri Perlawanan Bangsa Indonesia pada Abad Ke-19

Ciri Perlawanan Bangsa Indonesia pada Abad Ke-19

Skola
Ciri Khas Masjid Kuno di Indonesia

Ciri Khas Masjid Kuno di Indonesia

Skola
Pengertian Suhu dan Faktornya

Pengertian Suhu dan Faktornya

Skola
Kondisi Cuaca dan Pengaruhnya Terhadap Kegiatan Manusia

Kondisi Cuaca dan Pengaruhnya Terhadap Kegiatan Manusia

Skola
Cara Menghitung Luas Permukaan Tabung

Cara Menghitung Luas Permukaan Tabung

Skola
Cara Menghitung Volume Kubus

Cara Menghitung Volume Kubus

Skola
Perbedaan Musim, Iklim, dan Cuaca

Perbedaan Musim, Iklim, dan Cuaca

Skola
Cara Menghitung Luas Permukaan Kubus

Cara Menghitung Luas Permukaan Kubus

Skola
Cara Menghitung Luas Permukaan Prisma

Cara Menghitung Luas Permukaan Prisma

Skola
Penyebab Terjadinya Perbedaan Musim di Bumi

Penyebab Terjadinya Perbedaan Musim di Bumi

Skola
Cara Menghitung Luas Permukaan Kerucut

Cara Menghitung Luas Permukaan Kerucut

Skola
Cara Menghitung Luas Trapesium

Cara Menghitung Luas Trapesium

Skola
Cara Menghitung Luas Jajar Genjang

Cara Menghitung Luas Jajar Genjang

Skola
komentar
Close Ads X