Kegiatan yang Menimbulkan Perpecahan dan Hilang Rasa Persatuan dan Kesatuan

Kompas.com - 12/08/2020, 18:30 WIB
Pengendara sepeda melintasi mural yang mengobarkan semangat persatuan dan kesatuan di Jalan Dinoyo Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/10/2008). KOMPAS/RADITYA HELABUMIPengendara sepeda melintasi mural yang mengobarkan semangat persatuan dan kesatuan di Jalan Dinoyo Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/10/2008).
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Indonesia merupakan negara yang beragam mulai dari suku, agama, etnis, budaya dan termasuk negara yang majemuk.

Sebagai negara yang beragam, tentu Indonesia rentan dengan perpecahan. Persatuan dan kesatuan menjadi kunci bangsa Indonesia untuk menjaga keberagaman tersebut.

Persatuan dan kesatuan adalah senjata paling ampuh bagi bangsa Indonesia untuk menjaga dan mempertahankan keberagaman tersebut.

Persatuan dapat diartikan sebagai perkumpulan dari berbagai komponen yang membentuk menjadi satu. Sementara kesatuan merupakan hasil perkumpulan tersebut yang telah menjadi satu dan utuh.

Sehingga persatuan dan kesatuan mengandung arti bersatunya macam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi.

Baca juga: Faktor Pendorong dan Penghambat Persatuan dan Kesatuan

Ada kegiatan-kegiatan dapat menimbulkan perpecahan. Tidak hanya itu, tapi juga hilanganyan rasa persatuan dan kesatuan.

Berikut kegiatan yang dapat menimbulkan perpecahan dan hilangnya rasa persatuan dan kesatuan adalah:

  • Menyampaikan pendapat di muka umum berlebihan

Sejak bergulirnya reformasi, banyak masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum secara bebas.

Akan tetapi masih banyak disalah artikan sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa kebebasan berpendapat berati kita boleh berbicara dan berbuat semaunya sendiri.

Banyak memaknai kebebasan berpendapat dengan cara yang kurang tepat dan cenderung berlebihan. Bahkan sering kali keluar dari batas-batas kewajaran.

Dalam buku Kewarganegaraan karya Mochlisin, dampak yang hal itu tidak jarang menimbulkan pertikaian dan perpecahan.

Baca juga: Makna Persatuan dan Kesatuan 

Sehingga untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara diperlukan aturan hukum yang tegas mengatur masalah kebebasan berpendapat.

  • Kurangnya rasa toleransi

Kurangnya rasa toleransi di masyarakat bisa menimbulkan perpecahan dan hilangnya rasa persatuan dan kesatuan.

Toleransi adalah sikap atau toleran. Di mana dua kelompok yang berbeda kebudayaan saling berhubungan dengan penuh.

Dalam kehidupan sehari-hari, bangsa Indonesia dihadapkan pada keanekaragaman dalam semua sendi kehidupan.

Semangat persatuan dan kesatuan bangsa betul-betul dibutuhkan dalam kehidupan sehari hari.

Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), generasi muda sebagai generasi penerus bangsa tentu saja akan menambah motivasi dan semangat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

  • Kurang kesadaran adanya gangguan luar

Ancaman dari luar bisa saja terjadi dan berdampak pada persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca juga: Arti Penting Persatuan dan Kesatuan 

Ancaman datang tidak hanya dari luar tapi juga dari dalam. Indonesia merupakan negara yang beragam dan kaya akan sumber daya alam yang melimpah.

  • Mementingkan diri sendiri (egois)

Mementingkan diri sendiri disebut juga sikap egois. Sikap egois biasanya hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mempedulikan kepentingan orang lain.

Sikap egois dapat menimbulkan perpecahan atau pertingkaian bangsa dan hilangnya rasa persatuan dan kesatuan.

Setiap individu pasti memiliki kepentingannya sendiri. Akan tetapi, kita tidak hanya mementingkan kepentingan diri sendiri.

Tapi kita juga harus mempedulikan kepentingan orang lain. Sikap egois akan menyebabkan seseorang selalu menuntut haknya, namun kewajibannya sering diabaikan.

Sikap mementingkan diri sendiri juga menganggap orang lain yang lebih pintar atau lebih
matang adalah musuh. 


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Taktik dan Strategi dalam Pencak Silat

Taktik dan Strategi dalam Pencak Silat

Skola
Penerapan Demokrasi Terpimpin

Penerapan Demokrasi Terpimpin

Skola
Jenis Tari Modern

Jenis Tari Modern

Skola
Metode Penelitian Sejarah

Metode Penelitian Sejarah

Skola
Upaya Meredakan Perang Dingin

Upaya Meredakan Perang Dingin

Skola
Dampak Perang Dunia I di Berbagai Bidang

Dampak Perang Dunia I di Berbagai Bidang

Skola
Sejarah Perang Dunia I (1914-1918)

Sejarah Perang Dunia I (1914-1918)

Skola
Perang Batak (1878-1907)

Perang Batak (1878-1907)

Skola
Pemanasan dan Pendinginan dalam Olahraga

Pemanasan dan Pendinginan dalam Olahraga

Skola
Perang Banjar (1859-1905)

Perang Banjar (1859-1905)

Skola
Pengertian dan Gerakan Senam Ketangkasan

Pengertian dan Gerakan Senam Ketangkasan

Skola
Taktik dan Strategi dalam Permainan Tenis Meja

Taktik dan Strategi dalam Permainan Tenis Meja

Skola
Taktik dan Strategi dalam Permainan Bulu Tangkis

Taktik dan Strategi dalam Permainan Bulu Tangkis

Skola
Taktik dan Strategi dalam Permainan Softball

Taktik dan Strategi dalam Permainan Softball

Skola
Iringan Tari Daerah Nusantara

Iringan Tari Daerah Nusantara

Skola
komentar
Close Ads X