Faktor Pendorong dan Penghambat Persatuan dan Kesatuan

Kompas.com - 12/03/2020, 16:00 WIB
Pelajar melintas di depan mural mantan presiden  Soekarno, NKRI dan Pancasila di Segara Makmur, Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (15/2/2018). Mural kepahlawanan dan nasionalisme banyak menghiasai jalan kampung untuk mengingatkan anak-anak masa perjuangan kemerdekaan. KOMPAS/AGUS SUSANTOPelajar melintas di depan mural mantan presiden Soekarno, NKRI dan Pancasila di Segara Makmur, Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (15/2/2018). Mural kepahlawanan dan nasionalisme banyak menghiasai jalan kampung untuk mengingatkan anak-anak masa perjuangan kemerdekaan.
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Persatuan dan kesatuan menjadi kunci bangsa Indonesia untuk menjaga keberagaman tersebut.

Persatuan dan kesatuan adalah senjata paling ampuh bagi bangsa Indonesia untuk menjaga dan mempertahankan keberagaman tersebut.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), persatuan adalah gabungan (ikatan, kumpulan, dan sebagaiannya) beberapa bagian yang sudah bersatu.

Sementara kesatuan adalah perihal satu. Keesaan yang bersifat tunggal. Berdasarkan istilah, persatuan dan kesatuan berasal dari satu kata yang berati utuh atau tidak terpecah belah.

Faktor pendorong dan penghambat

Dalam penerapan atau realisasi dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan terdapat faktor pendorong dan penghambat.

Itu akan berdampak pada proses dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Baca juga: Makna Persatuan dan Kesatuan

Faktor pendorong

Berikut faktor-faktor pendorong dalam persatuan dan kesatuan:

  • Nasionalisme

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nasionalisme adalah paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri.

Kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa.

Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), nasionalisme didasarkan bahwa kesetiaan dan pengabdian individu kepada negara melampaui kepentingan individu atau kelompok lain.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alat dan Bahan Menggambar Ilustrasi

Alat dan Bahan Menggambar Ilustrasi

Skola
Perbedaan Lemak Jenuh dan Lemak Tak Jenuh

Perbedaan Lemak Jenuh dan Lemak Tak Jenuh

Skola
Fungsi, Sumber, dan Metabolisme Karbohidrat

Fungsi, Sumber, dan Metabolisme Karbohidrat

Skola
Contoh Pantun Teka-Teki

Contoh Pantun Teka-Teki

Skola
Nama Binatang dalam Bahasa Inggris

Nama Binatang dalam Bahasa Inggris

Skola
Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya

Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya

Skola
Contoh Announcement

Contoh Announcement

Skola
Cara Membaca Jam dalam Bahasa Inggris

Cara Membaca Jam dalam Bahasa Inggris

Skola
Degradasi Lingkungan Hidup: Definisi dan Faktor Penyebab

Degradasi Lingkungan Hidup: Definisi dan Faktor Penyebab

Skola
Contoh Modifier dalam Bahasa Inggris

Contoh Modifier dalam Bahasa Inggris

Skola
Pelestarian Lingkungan Hidup: Definisi dan Tujuan

Pelestarian Lingkungan Hidup: Definisi dan Tujuan

Skola
Unsur Laut: Suhu, Warna, dan Kadar Garam

Unsur Laut: Suhu, Warna, dan Kadar Garam

Skola
Perbedaan Fotosintesis dan Respirasi

Perbedaan Fotosintesis dan Respirasi

Skola
Bukti-Bukti Peristiwa Fotosintesis

Bukti-Bukti Peristiwa Fotosintesis

Skola
Cara Membuat Grafik Fungsi Trigonometri

Cara Membuat Grafik Fungsi Trigonometri

Skola
komentar
Close Ads X