Sifat Kimia: Pengertian dan Ciri-ciri

Kompas.com - 03/08/2020, 20:00 WIB
Ilustrasi. FREEPIKIlustrasi.

KOMPAS.com - Sifat kimia dapat diamati dari ciri-ciri sifat kimia. Mengutip Sumber Belajar Kemdikbud RI, berikut ini penjelasan pengertian sifat kimia dan ciri-ciri sifat kimia:

Sifat kimia

Sifat kimia adalah perubahan yang dialami suatu benda yang membentuk zat baru. Sifat kimia adalah ciri-ciri suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya zat jenis baru. Sifat kimia antara lain:

  1. Mudah terbakar
  2. Membusuk
  3. Mudah meledak
  4. Berkarat
  5. Beracun

Perhatikan penjelasan berikut ini:

 

Sifat kimia dapat diamati dari ciri-ciri sifat kimia sebagai berikut:

  • Mudah terbakar

Sifat kimia mudah terbakar adalah sifat mudah atau sulitnya suatu zat terbakar. Dengan mengetahui sifat dari bahan-bahan yang mudah terbakar, kita bisa menggunakan bahan tersebut secara aman. Contoh zat yang mudah terbakar adalah bensin dan kertas.

Baca juga: Sifat Fisika: Pengertian dan Ciri-ciri

  • Membusuk

Sifat kimia membusuk terjadi akibat reaksi kimia. Pada makanan atau minuman bisa terjadi reaksi kimia yang mengakibatkan makanan dan minuman membusuk dan berubah rasa menjadi asam. Penyebab pembusukan pada makanan atau masakan adalah mikroorganisme berupa ragi, jamur, atau bakteri.

Ontolosis adalah proses pembusukan makanan disebabkan zat yang terkandung dalam makanan itu sendiri dan adanya reaksi kimia antara zat yang dikandung dalam makanan dengan oksigen di udara.

Pembusukan makanan menyebabkan rusaknya nilai gizi, tekstur, dan rasa makanan. Sehingga tidak layak dikonsumsi karena berbahaya bagi kesehatan. Contoh nasi dibiarkan berhari-hari bereaksi dengan udara atau susu dibiarkan berhari-hari akan basi dan berubah rasa.

Untuk menghindari proses pembusukan makanan bisa dilakukan dengan beberapa teknik, baik teknologi tinggi atau teknologi sederhana. Salah satunya pengawetan makanan, yaitu upaya menahan laju pertumbuhan mikro organisme pada makanan.

Sejumlah teknik standar yang telah dikenal secara umum oleh masyarakat luas antara lain pendinginan, pengasapan, pengalengan, pengeringan, pemanisan, dan pengasinan.

Baca juga: Zat Tunggal: Unsur dan Senyawa

  • Mudah meledak

Sifat kimia mudah meledak terjadi karena interaksi zat dengan oksigen di alam. Contoh zat yang mudah meledak adalah magnesium, hidrogen, dan natrium.

Ledakan adalah peningkatan dalam volume dan pengeluaran energi dengan cara berbahaya, biasanya dengan pengeluaran suhu tinggi dan penghasilan gas.

Sifat ledakan ada yang alami dan buatan. Contoh ledakan alami adalah letusan gunung berapi. Contoh ledakan buatan adalah bom.

  • Berkarat

Sifat kimia berkarat atau korosi terjadi karena reaksi antara logam dan oksigen pada suatu benda. Benda berkarat sebab terjadi reaksi yang menghasilkan zat jenis baru. Karat atau korosi adalah hasil reaksi oksidasi suatu logam.

Besi mengalami korosi membentuk karat dengan rumus Fe2O3.xH2O. Korosi atau proses pengaratan adalah proses elektro kimia. Pada proses pengaratan, besi (Fe) bertindak sebagai pereduksi dan oksigen (O2) yang terlarut dalam air bertindak sebagai pengoksidasi.

Benda dapat digolongkan menjadi benda yang mudah berkarat dan benda yang tidak dapat berkarat. Benda yang mudah berkarat adalah logam seperti besi dan seng. Benda yang tidak mudah berkarat adalah plastik dan kaca.

Baca juga: Perbedaan Senyawa dan Campuran

Beberapa cara untuk menanggulangi besi atau logam lain agar tahan dari proses pengaratan antara lain:

  1. Melapisi besi atau logam lainnya dengan cat;
  2. Membuat logam dengan campuran yang serba sama atau homogen ketika pembuatan atau produksi besi atau logam lainnya di pabrik;
  3. Pada permukaan logam diberi oli atau vaselin;
  4. Menghubungkan dengan logam aktif seperti magnesium (Mg) melalui kawat agar yang berkarat adalah magnesiumnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah berkarat pada tiang listrik besi atau baja. Magnesium ditanam tidak jauh dari tiang listrik;
  5. Melakukan proses galvanisasi dengan cara melapisi logam besi dengan seng tipis atau timah.
  • Beracun

Beberapa zat memiliki sifat kimia racun, seperti insektisida, pestisida, fungisida, herbisida, dan rodentisida. Zat beracun tersebut digunakan manusia untuk membasmi hama (tikus atau serangga).

Bahan kimia beracun adalah bahan kimia yang dalam jumlah kecil bisa menimbulkan keracunan pada manusia. Umumnya zat-zat beracun (toksik) masuk lewat pernafasan atau kulit lalu beredar ke seluruh tubuh atau organ-organ tertentu.

Tetapi bisa juga zat-zat racun tersebut berakumulasi, seperti dari golongan pestisida, yaitu organo klorin, organo fosfat, karbamat, arsenik.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Induksi Magnetik di Sumbu Solenoida dan Toroida

Induksi Magnetik di Sumbu Solenoida dan Toroida

Skola
Mengenal Fluks Magnetik

Mengenal Fluks Magnetik

Skola
Induksi Magnetik di Sekitar Kawat Lurus Berarus Listrik

Induksi Magnetik di Sekitar Kawat Lurus Berarus Listrik

Skola
Mengenal Penyajian Data

Mengenal Penyajian Data

Skola
Jenis Polarisasi Cahaya dan Pemutaran Bidang Polarisasi

Jenis Polarisasi Cahaya dan Pemutaran Bidang Polarisasi

Skola
Penentuan Kadar Unsur Kimia dalam Suatu Produk

Penentuan Kadar Unsur Kimia dalam Suatu Produk

Skola
Kegunaan dan Pembuatan Unsur Kimia dan Senyawanya

Kegunaan dan Pembuatan Unsur Kimia dan Senyawanya

Skola
Sifat-Sifat Unsur Kimia

Sifat-Sifat Unsur Kimia

Skola
Kelimpahan Unsur di Alam

Kelimpahan Unsur di Alam

Skola
Prinsip Kesetimbangan Kimia dalam Bidang Industri

Prinsip Kesetimbangan Kimia dalam Bidang Industri

Skola
Hubungan tetapan kesetimbangan Kc dan Kp

Hubungan tetapan kesetimbangan Kc dan Kp

Skola
Menghitung Reaksi Kesetimbangan Tetapan Kp

Menghitung Reaksi Kesetimbangan Tetapan Kp

Skola
Menghitung Reaksi Kesetimbangan dengan Tetapan Kc

Menghitung Reaksi Kesetimbangan dengan Tetapan Kc

Skola
Pengertian, Rangkaian Seri dan Paralel Kapasitor

Pengertian, Rangkaian Seri dan Paralel Kapasitor

Skola
Gaya Magnetik (Gaya Lorentz)

Gaya Magnetik (Gaya Lorentz)

Skola
komentar
Close Ads X