Kompas.com - 10/07/2020, 13:58 WIB
Ilustrasi gerbang rempah di kawasan timur nusantara kebudayaan.kemdikbud.go.idIlustrasi gerbang rempah di kawasan timur nusantara

KOMPAS.com - Malaka cukup terkenal dengan kebesaran dan kekayaan rempah-rempahnya, hingga kekuasaan itu direbut dan berada di tangan Portugis. Penaklukan Malaka merupakan langkah strategis Portugis dalam upaya menguasai wilayah perdagangan dan pelayaran di Asia Tenggara.

Setelah berhasil mengauasai Malaka, Portugis menemukan kenyataan bahwa Malaka bukanlah produsen rempah-rempah yang dicari oleh pedagang Barat. Dalam buku A History of Modern Indonesia since c.1200 (2005) karya MC Ricklefs, Kota Malaka bisa besar karena perannya sebagai emporium, pelabuhan transit bagi para pedagang Asia.

Adanya Portugis di Malaka membuat para pedagang Asia, khususnya pedagang Islam merasa tidak nyaman. Mereka kemudian mencari jalan alternatif untuk mencari tempat-tempat atau pelabuhan lain yang dapat memenuhi kebutuhan dagangannya.

Jalur perdagangan di Asia Tenggara kemudian berubah, tidak lagi melalui Malaka namun melalui pantai barat Sumatera, masuk selat Sunda, selanjutnya menelusuri pantai utara Jawa menuju Indonesia Timur yang banyak menghasilkan rempah-rempah.

Baca juga: Awal Kolonialisme Bangsa Barat 

Karena jalur perdagangan beralih, maka tumbuh pusat-pusat perdagangan baru di beberapa daerah, yaitu Aceh, Banten, Semarang, Jepara, dan Surabaya. Keberadaan Malaka yang dihindari pedagang Islam semakin merosot dan tidak pernah meraih kembali kejayaannya.

Melihat hal tersebut, Portugis kemudian berlayar ke Maluku untuk mengambil beberapa komoditi.

Selain ke Maluku, Portugis juga berupaya menjalin hubungan diplomatik dengan Pajajaran, kerajaan Hindu di Jawa Barat yang kondisi politiknya sedang menurun. Namun hubungan diplomatik tersebut gagal, karena Pajajaran kalah oleh kekuatan Demak-Banten.

Portugis kemudian meninggalkan politik anti Islam dan mulai mencari mitra kerja atau sekutu dagang dari kalangan Islam. Hal ini karena kerajaan-kerajaan di sekitar kekuasaan Portugis merupakan kerajaan Islam dan perdagangan Islam di Asia Tenggara hingga Timur Tengah cukup kuat.

Ilustrasi Benteng Kastela yang dibangun Pada 1540 di Pulau Ternatekebudayaan.kemdikbud.go.id Ilustrasi Benteng Kastela yang dibangun Pada 1540 di Pulau Ternate
Portugis di Maluku

Setelah Portugis menyadari bahwa Malaka bukan penghasil rempah-rempah, Portugis berlayar ke Maluku dan berupaya menanamkan pengaruhnya melalui persekutuann dengan Ternate. Setelah mendapatkan persetujuan, Portugis membangun benteng di Ternate.

Hubungan yang awalnya baik,kemudian rusak ketika Portugis mulai melakukan kristenisasi terhadap masyarakat Maluku, serta perilaku orang Portugis yang dinilai tidak sopan.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X