Kompas.com - 03/03/2020, 18:30 WIB
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tertawa mendengar pantun yang diberikan Ketua MPR Bambang Soesatyo saat pelantikan Jokowi-Maruf di Gedung DPR RI, Minggu (20/10/2019). Tangkapan layar siaran KOMPAS TVPrabowo Subianto dan Sandiaga Uno tertawa mendengar pantun yang diberikan Ketua MPR Bambang Soesatyo saat pelantikan Jokowi-Maruf di Gedung DPR RI, Minggu (20/10/2019).
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Pantun merupakan salah satu jenis sastra lisan yang berbentuk puisi.

Pantun dikenal di berbagai daerah di Indonesia dengan nama yang berbeda-beda.

Bahasa Minang, pantun berasal dari kata patuntun "petuntun". Bahasa Jawa, pantun dikenal nama parikan dan dalam bahasa Sunda dikenal dengan paparikan.

Masyarakat Batak, pantun dikenal dengan sebutan umpama atau ende-ende, dan masyarakat Toraja menyebutnya dengan londe.

Orang Aceh dan Ambon juga mengenal pantun dan menyebutnya dengan panton, sementara orang Bengkulu menyebutnya dengan rejong.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk puisi Indonesia, tiap bait biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b).

Tiap lirik biasanya terdiri dari empat kata. Baris pertama dan kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran), sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi.

Baca juga: Tandatangani Nota Kesepahaman, Menteri KKP dan Kapolri Berbalas Pantun

Struktur teks pantun

Dalam KBBI, struktur adalah susunan, bangunan, atau hal yang disusun berbedarkan pola tertentu.

Struktur yang berhubungan dengan organisme karangan adalah rangka organisasi karangan yang isinya memperlihatkan susunan dan hubungan setiap hal yang akan menjadi tema dan pembahasan karangan tersebut.

Struktur pantun, yakni:

Sampiran

Sampiran terletak di dua baris pertama dan umumnya tidak ada hubungan dengan bagian kedua (isi).

Sampiran memiliki fungsi menyiapka rima dan irama agar mempermudah memahami isi pantun.

Isi

Ini terletak di dua baris terakhir yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.

Sampiran terhadap isi tidak memiliki hubungan makna. Karena ketika punya hubungan makna bukan disebut pantun tapi syair bersajak.

Baca juga: Ciri-ciri Puisi Rakyat (Pantun, Gurindam, Syair)

Jenis pantun

Pantun dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni:

  • Pantun Jenaka

Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pantun jenaka merupakan salah satu jenis pantun yang memilili fungsi sebagai sarana menghibur orang-orang yang membaca atau mendengarkannya.

Isi pantun jenaka biasa mengandung isi yang lucu dan menarik.

  • Pantun anak

Pantun anak berfungsi untuk mengakrabkan anak dengan pantun dengan mendirikan didikan moral.

Pantun anak tidak hanya diperuntukan untuk anak tapi juga orang dewasa.

  • Pantun nasehat

Pantun nasehat berisi tentang nasihat kepada seseorang atau masyarakat agar bersikap atau bertingkah laku yang baik dan berbahasa santun.

Isi pantun nasehat biasanya berisi pesan moral dan didikan.

  • Pantun agama

Pantun agama berisi tentang ajaran agama.

Baca juga: Pencak Silat, Pantun, dan Gamelan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia ke UNESCO

  • Pantun cinta

Pantun cinta merupakan jenis pantun yang memiliki hubungan percintaan dan kasih sayang.

Biasanya pantun cinta dipakai untuk mengungkapkan perasaan kepada orang yang disukai.

  • Pantun teka teki

Pantun tersebut biasanya berisi tentang teka teki. Pembaca atau orang yang diajak berpantung harus bisa menjawa teka teki tersebut.

Dalam buku Pintar Pantun dan Peribahasa Indonesia (2015) karya Mutia Dwi Pangesti, pantun memuiliki asal usul cukup panjang.

PAda mulanya pantun merupakan senandung atau puisi rakyat yang dinyanyikan. Pantun pertama kali muncul dalam sejarah Melayu dan hikayat-hikayat popilar yang sezaman dan disisipkan dalam syair-syair Ken Tambuhan.

Pantun merupakan persamaan dari bahasa Jawa, yaitu kata parik yang memiliki arti pari, maksudnya adalah paribahasa atau peribahasa dalam melayu.

Arti tersebut juga memiliki kedekatan dengan umpama dan seloka yang berasal dari India.

Pada zaman dahulu pantun memilik tempat yang cukup penting dalam kehidupan masyarakat, khususnya Melayu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.