Konsekuensi Masyarakat Multikultural

Kompas.com - 18/02/2020, 09:00 WIB
Aparat kepolisian memberikan imbauan kepada masyarakat agar pertikaian tak kembali terjadi. KOMPAS.com/ PAPUAAparat kepolisian memberikan imbauan kepada masyarakat agar pertikaian tak kembali terjadi.
  • Kelompok minoritas dan mayoritas

Suatu kelompok disebut minoritas bila jumlah anggota kelompok secara signifikan jauh lebih kecil daripada kelompok lain dalam komunitas. Dari sudut pandang ilmu sosial, pengertian minoritas tidak selalu terkait jumlah anggota.

Suatu kelompok dianggap minoritas bila anggota-anggotanya memiliki kekuasaan, kontrol dan pengaruh yang lemah terhadap kehidupannya sendiri dibanding anggota-anggota kelompok dominan.

Bisa jadi, kelompok berjumlah anggota mayoritas disebut minoritas karena kekuasaan, kontrol dan pengaruhnya lebih kecil daripada kelompok yang jumlah anggotanya lebih sedikit.

Baca juga: Wujud Keragaman Masyarakat Kultural Indonesia

  • Konflik SARA

Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) adalah istilah untuk menyebut kenyataan masyarakat Indonesia yang masih menggunakan latar belakang etnik, rasial dan agama untuk mencapai tujuan.

SARA adalah format untuk mendefinisikan konflik horisontal di Indonesia. Contoh di Ambon, Sambas, Poso dan daerah-daerah lain.

Terkait kesukubangsaan dan ras, agama sering menjadi sumber penyebab terjadinya konflik sosial di Indonesia.

  • Disintegrasi bangsa

Bangsa Indonesia menghadapi tantangan besar terkait masalah etnisitas. Jika tidak berhasil menghadapi dan menaklukkan tantangan itu, akibat fatalnya adalah disintegrasi bangsa.

Tetapi bila warganya memiliki kesepakatan dan komitmen bahwa negara kesatuan adalah final, maka proses menjadi negara kesatuan makin eksis dan mengedepankan keBhinnekaTunggalIka-nya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Kemdikbud
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Contoh Campuran: Homogen, Heterogen, Suspensi, dan Koloid

Contoh Campuran: Homogen, Heterogen, Suspensi, dan Koloid

Skola
Makna dalam Pembukaan UUD 1945

Makna dalam Pembukaan UUD 1945

Skola
Sumber Daya Alam Kekal, Dapat Diperbarui, dan Tidak Dapat Diperbarui

Sumber Daya Alam Kekal, Dapat Diperbarui, dan Tidak Dapat Diperbarui

Skola
Kondisi Indonesia Pasca Proklamasi Kemerdekaan

Kondisi Indonesia Pasca Proklamasi Kemerdekaan

Skola
Zat Campuran dan Macamnya

Zat Campuran dan Macamnya

Skola
Pokok Pikiran Pembukaan UUD 1945

Pokok Pikiran Pembukaan UUD 1945

Skola
Kedudukan dan Makna Pembukaan UUD 1945

Kedudukan dan Makna Pembukaan UUD 1945

Skola
Tujuan Idul Fitri

Tujuan Idul Fitri

Skola
Kegiatan Idul Fitri

Kegiatan Idul Fitri

Skola
Makna Idul Fitri

Makna Idul Fitri

Skola
Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri

Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri

Skola
Sunah Sebelum Shalat Idul Fitri

Sunah Sebelum Shalat Idul Fitri

Skola
Zat Tunggal: Unsur dan Senyawa

Zat Tunggal: Unsur dan Senyawa

Skola
Lafal dan Panduan Takbir Idul Fitri

Lafal dan Panduan Takbir Idul Fitri

Skola
Gerak Bermain Bola Voli

Gerak Bermain Bola Voli

Skola
komentar
Close Ads X