Simbol Negara Bendera Merah Putih

Kompas.com - 06/02/2020, 07:00 WIB
Bendera Merah Putih berkibar di Lapangan Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Jumat (17/8/2018). Lapangan Distrik Anggi berada di ketinggian sekitar 1.750 meter di atas permukaan laut (mdpl). KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOBendera Merah Putih berkibar di Lapangan Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Jumat (17/8/2018). Lapangan Distrik Anggi berada di ketinggian sekitar 1.750 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Bendera Negara wajib dipasang pada:

  1. Kereta api yang digunakan Presiden dan Wakil Presiden.
  2. Kapal milik pemerintah atau kapal yang terdaftar di Indonesia pada waktu berlabuh dan berlayar.
  3. Pesawat terbang milik pemerintah atau pesawat terbang yang terdaftar di Indonesia.

Bendera Negara dapat dikibarkan dan atau dipasang pada:

  1. Kendaraan atau mobil dinas
  2. Pertemuan resmi pemerintah dan atau organisasi
  3. Perayaan agama atau adat
  4. Pertandingan olahraga
  5. Perayaan atau peristiwa lain

Bendera negara dipasang pada mobil dinas sebagai tanda ketundukan, yaitu pada:

  1. Presiden
  2. Wakil Presiden
  3. Ketua MPR
  4. Ketua DPR
  5. Ketua DPD
  6. Ketua MA
  7. Ketua MK
  8. Ketua BPK
  9. Menteri atau pejabat setingkat menteri
  10. Gubernur Bank Indonesia
  11. Mantan Presiden
  12. Mantan Wakil Presiden

Bendera Negara dapat digunakan sebagai:

  1. Tanda perdamaian terutama bila terjadi konflik horizontal di wilayah NKRI
  2. Tanda berkabung dikibarkan setengah tiang
  3. Penutup peti atau usungan jenazah

Baca juga: Lambang Negara Garuda Pancasila: Arti dan Sejarahnya

Tata cara penggunaan Bendera Negara

Berikut ini tata cara penggunaan Bendera Negara:

  1. Bendera Negara dikibarkan dan atau dipasang pada tiang yang besar dan tingginya seimbang dengan ukuran Bendera Negara.
  2. Bendera Negara yang dipasang pada tali diikatkan pada sisi dalam kibaran Bendera Negara.
  3. Bendera Negara yang dipasang pada dinding, dipasang membujur rata.
  4. Bendera Negara dinaikkan atau diturunkan pada tiang secara perlahan-lahan, dengan khidmat dan tidak menyentuh tanah.
  5. Pada waktu penaikan atau penurunan Bendera Negara semua orang yang hadir memberi hormat dengan berdiri tegak dan khidmat sambil menghadapkan muka pada Bendera Negara sampai selesai.
  6. Penaikan dan penurunan Bendera Negara dapat diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Larangan

Terkait Sang Merah Putih sebagai Bendera Negara, setiap orang dilarang:

  1. Merusak, merobek, menginjak-injak, membakar atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina atau merendahkan kehormatan Bendera Negara.
  2. Memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial.
  3. Mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut atau kusam.
  4. Mencetak, menyulam dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apa pun pada Bendera Negara.
  5. Memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan Bendera Negara.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Kemdikbud
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X