Siapa Penemu Bahasa Indonesia?

Kompas.com - 26/01/2020, 07:00 WIB
Ketua Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau Abdul Razak, didampingi Ketua Dewan Pers Bagir Manan, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Pusat Margiono, membacakan Deklarasi Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, Jumat (6/2). Deklarasi yang serangkai dengan Hari Pers Nasional itu meneguhkan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu Riau-Lingga. KOMPAS/NASRULLAH NARAKetua Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau Abdul Razak, didampingi Ketua Dewan Pers Bagir Manan, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Pusat Margiono, membacakan Deklarasi Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, Jumat (6/2). Deklarasi yang serangkai dengan Hari Pers Nasional itu meneguhkan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu Riau-Lingga.

KOMPAS.com - Dalam ikrar Sumpah Pemuda terdapat pengakuan bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan. Tahukah kamu siapa penggagas bahasa Indonesia?

Penemu Bahasa Indonesia

Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, kemunculan Bahasa Indonesia tidak lepas dari peran Mohammad Tabrani Soerjowitjitro.

M. Tabrani lahir di Pamekasan Madura pada 10 Oktober 1904. Ia meninggal pada 12 Januari 1984 dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta.

M. Tabrani bekerja di harian Hindia Baru mulai Juli 1925. Ia menerbitkan tulisan berjudul Kasihan pada 10 Januari 1926 sebagai gagasan awal untuk menggunakan nama "Bahasa Indonesia".

Gagasan M. Tabrani tersebut merujuk pada kondisi nyata keberagaman masyarakat masa itu yang masih bersifat kedaerahan atau kesukuan. Serta masih mengutamakan kepentingan suku atau pun daerahnya masing-masing.

Sebagaimana terbentuknya organisasi-organisasi pemuda saat itu dengan mengusung nama masing-masing daerah. Seperti Jong Java, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, dan lainnya.

Baca juga: Bahasa Indonesia: Sejarah dan Perkembangannya

M. Tabrani menolak konsep usul resolusi Mohammad Yamin pada Kongres Pemuda Pertama 1926 butir ketiga yang menyebutkan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Melayu.

M. Tabrani bersikukuh, bahasa persatuan bukan bahasa Melayu tetapi bahasa Indonesia. Bila belum ada, harus dilahirkan melalui Kongres Pemuda Indonesia Pertama tersebut.

Akibat perbedaan pendapat antara Yamin dan Tabrani, maka keputusan ditunda sampai Kongres Pemuda Indonesia Kedua pada 1928.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tujuan ASEAN

Tujuan ASEAN

Skola
Isi Deklarasi Bangkok

Isi Deklarasi Bangkok

Skola
Deklarasi Djuanda: Isi, Tujuan, dan Dampaknya

Deklarasi Djuanda: Isi, Tujuan, dan Dampaknya

Skola
Mulut: Fungsi dan Strukturnya

Mulut: Fungsi dan Strukturnya

Skola
Menengok Profesi Bidang Akuntansi

Menengok Profesi Bidang Akuntansi

Skola
Proses Terjadinya Fertilisasi

Proses Terjadinya Fertilisasi

Skola
Konsekuensi Masyarakat Multikultural

Konsekuensi Masyarakat Multikultural

Skola
Konsep Wilayah dan Pewilayahan: Definisi serta Pembagiannya

Konsep Wilayah dan Pewilayahan: Definisi serta Pembagiannya

Skola
Keanggotaan Indonesia di OKI

Keanggotaan Indonesia di OKI

Skola
Sejarah Berdirinya VOC

Sejarah Berdirinya VOC

Skola
Wujud Keragaman Masyarakat Kultural Indonesia

Wujud Keragaman Masyarakat Kultural Indonesia

Skola
Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural di Indonesia

Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural di Indonesia

Skola
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI): Sejarah, Tujuan, dan Anggota

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI): Sejarah, Tujuan, dan Anggota

Skola
Masyarakat Multikultural: Pengertian dan Ciri-ciri

Masyarakat Multikultural: Pengertian dan Ciri-ciri

Skola
Hak Oktroi: Pengertian dan Isinya

Hak Oktroi: Pengertian dan Isinya

Skola
komentar
Close Ads X