Museum Purbakala Sangiran, Tempat Belajar Evolusi Manusia

Kompas.com - 09/12/2019, 19:14 WIB
Fosil manusia purba di pamerkan pada Pameran Road Show Museum Manusia Purba Sangiran di Grand City, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (6/12/2012). Pameran di pusat perbelanjaan merupakan usaha proaktif dari Museum Sangiran untuk lebih memperkenalkan fosil koleksinya kepada masyarakat umum.

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTAFosil manusia purba di pamerkan pada Pameran Road Show Museum Manusia Purba Sangiran di Grand City, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (6/12/2012). Pameran di pusat perbelanjaan merupakan usaha proaktif dari Museum Sangiran untuk lebih memperkenalkan fosil koleksinya kepada masyarakat umum.

KOMPAS.com - Jika ingin belajar tentang antropologi, arkeologi, geologi, dan paleoantropologi, kamu bisa datang ke Museum Purbakala Sangiran.

Museum yang berlokasi di Desa Kragilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ini mempunyai 50 jenis fosil hominid purba. Hominid purba adalah kera besar yang diduga sebagai nenek moyang manusia.

Museum yang ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia pada tahun 1996 ini menyimpan fosil puluhan ribu tahun telah memnyimpan puluhan ribu fosil dari jaman pleistocen, lebih dari dua juta tahun lalu.

Sebanyak 50 persen merupakan fosil dari temuan di dunia, sedangkan sisanya fosil temuan dari Indonesia. Dilansir Kompas.com pada 26 Agustus 2019, hingga saat ini telah ditemukan sekitar 13.685 fosil dan hanya 2.931 fosil yang ditampilkan.

Sejarah Sangiran

Pada masa purba kawasan Museum Sangiran merupakan hamparan lautan.

Baca juga: Berkunjung ke Museum Sangiran? Ada Apa Saja?

Karena proses geologi dan bencana alam, letusan Gunung Lawu, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu, membuat Sangiran menjadi daratan.

Hal ini pun terbukti dari lapisan-lapisan tanah yang membentuk wilayah Sangiran berbeda dengan lapisan tanah di tempat lain. Tiap lapisan tanah tersebut ditemukan fosil-fosil menurut jenis dan jamannya.

Penelitian tentang manusia purba dan binatang purba diawali oleh G.H.R.Von Koenigswald, seorang ahli paleoantropologi dari Jerman yang bekerja pada pemerintah Belanda di Bandung pada tahun 1930-an.

Dia orang yang telah berjasa melatih masyarakat Sangiran untuk mengenali fosil dan cara yang benar untuk memperlakukan fosil yang ditemukan.

Hasil penelitian kemudian dikumpulkan di rumah Kepala Desa Krikilan, Totomarsono, sampai tahun 1975.

Koleksi museum

1. Fosil Manusia Purba

Cukup banyak fosil manusia purba yang menjadi koleksi Museum Sangiran, seperti Homo Sapiens, Homo neanderthal Eropa, Homo neanderthal Asia, dan Australopithecus africanus.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa jarum jam memutar ke kanan?

Mengapa jarum jam memutar ke kanan?

Skola
Anjing Laut dan Singa Laut, Serupa Tapi Tak Sama

Anjing Laut dan Singa Laut, Serupa Tapi Tak Sama

Skola
Perang Gerilya, Taktik Perang Melawan Penjajah

Perang Gerilya, Taktik Perang Melawan Penjajah

Skola
Siapa Penemu Bahasa Indonesia?

Siapa Penemu Bahasa Indonesia?

Skola
Burung Beo, Bisa Menirukan Suara Manusia

Burung Beo, Bisa Menirukan Suara Manusia

Skola
Mengapa Memberi Angpao Saat Imlek?

Mengapa Memberi Angpao Saat Imlek?

Skola
10 Pantangan Saat Imlek

10 Pantangan Saat Imlek

Skola
Mengapa Yogyakarta dan Aceh menjadi Daerah Istimewa?

Mengapa Yogyakarta dan Aceh menjadi Daerah Istimewa?

Skola
Tradisi Xianian Jelang Imlek

Tradisi Xianian Jelang Imlek

Skola
Warna Merah, Identik pada  Perayaan Imlek

Warna Merah, Identik pada Perayaan Imlek

Skola
Kue Keranjang: Sejarah dan Maknanya

Kue Keranjang: Sejarah dan Maknanya

Skola
Jenis Tarian Barongsai

Jenis Tarian Barongsai

Skola
Mengapa Barongsai Selalu Ada Saat Imlek?

Mengapa Barongsai Selalu Ada Saat Imlek?

Skola
Imlek di Indonesia dari Masa ke Masa

Imlek di Indonesia dari Masa ke Masa

Skola
Pameran: Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Fungsi

Pameran: Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Fungsi

Skola
komentar
Close Ads X