Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Antechinus, Hewan Marsupial yang Rela Bergadang Demi Kawin

Kompas.com - 29/01/2024, 14:00 WIB
Monika Novena,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Semua hewan butuh tidur. Tanpa istirahat yang cukup itu, baik manusia maupun hewan akan mengalami berbagai dampak buruk untuk menjalani aktivitas sehari-harinya.

Namun, para peneliti telah melakukan penemuan mengejutkan bahwa seekor marsupial kecil Australia yang disebut antechinus akan mengorbankan jam tidurnya setiap malah untuk mendapatkan lebih banyak waktu untuk kawin.

Baca juga: Kelelawar dengan Penis Sangat Besar Kawin Selama 12 Jam Tanpa Penetrasi

Peneliti mengatakan, studi multi-tahun ini adalah yang pertama menunjukkan bukti langsung pembatasan tidur pada mamalia darat.

Menurut peneliti itu adalah pertukaran antara tidur dan reproduksi yang kemungkinan besar disebabkan oleh seleksi seksual yang kuat.

"Kami menemukan bahwa pejantan kurang tidur selama musim kawin dan pejantan lain mengurangi separuh waktu tidurnya selama masa kawin," kata Erika Zaid dari La Trobe University di Melbourne, Australia.

“Pada manusia dan hewan lain, membatasi jumlah tidur normal menyebabkan kinerja yang lebih buruk saat terjaga. Namun antechinus melakukan hal sebaliknya. Mereka tidur kurang dari tiga jam setiap malam selama tiga minggu," ungkap Zaid.

Mati setelah kawin

Dikutip dari Phys, Jumat (26/1/2024), Antechinus juga aneh dalam hal lain. Jantan hanya bereproduksi sekali seumur hidup dan hidup hanya satu tahun. Betina dapat hidup selama dua tahun.

Antechinus jantan biasanya mati pada waktu yang sama setelah musim kawin yang singkat dan intens.

Selama musim kawin, pejantan bersaing secara fisik dan melalui kompetisi sperma untuk mendapatkan sebanyak mungkin betina guna memaksimalkan keberhasilan reproduksi mereka.

Baca juga: Bagaimana Cara Dinosaurus Kawin?

Sejarah hidup mereka yang tidak biasa inilah yang menarik para peneliti.

“Pejantan mempunyai satu kesempatan dalam satu periode kawin selama tiga minggu," ungkap John Lesku, pemimpin studi dari Universitas La Trobe.

Antechinus jantan menjadi gelisah dalam satu periode musim kawin mereka.

Dalam studi ini, peneliti menggunakan akselerometri untuk melacak pergerakan hewan berkantung tersebut.

Mereka juga menggunakan elektrofisiologi dan pengukuran metabolisme untuk mengukur seberapa banyak hewan tersebut tidur. Data tersebut menunjukkan bahwa jantan tidur kurang dari tiga jam setiap malam selama berminggu-minggu.

Temuan ini menunjukkan bahwa antechinus mungkin memiliki cara untuk bertahan hidup dengan kurang tidur selama ini.

Lebih lanjut tidak jelas apa yang menyebabkan kematian pejantan setelah musim kawin. Peneliti berasumsi bukan hanya kurang tidur yang jadi penyebabnya.

Peneliti ingin mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana antechinus mengatasi kurang tidur. Apakah antechinus bisa berkompromi atau mereta tahan terhadap dampak negatif dari kurang tidur ini? Itu adalah beberapa pertanyaan menarik yang membuat peneliti penasaran.

Baca juga: Cara Tolak Perkawinan Tak Diinginkan ala Katak Betina: Pura-pura Mati

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber PHYSORG
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com