Kompas.com - 27/07/2022, 13:03 WIB

KOMPAS.com - Awal tahun ini sebuah studi mengusulkan bahwa Tyrannosaurus rex atau T-rex terdiri dari tiga spesies dinosaurus terpisah.

Namun rupanya, hasil studi tersebut kini dibantah dan ditolak keras oleh kelompok peneliti lain. Mereka menyebut hanya ada satu T-rex.

Dikutip dari New Scientist, Selasa (26/7/2022) bulan Maret lalu, setelah menganalisis gigi dan tulang kaki dari 38 fosil T-rex, Scott Persons dari College of Charleston di South Caroline dan rekan-rekannya mengungkapkan ada tiga spesies T-rex.

Baca juga: Studi Terbaru Klaim T-rex Terdiri dari Tiga Spesies yang Berbeda

Menurut tim peneliti tersebut, pada mulanya ada spesies awal Tyrannosaurus imperator yang kemudian berevolusi lagi menjadi dua spesies yang lebih baru, salah satunya memiliki kerangka ramping dan tulang paha tipis-disebut Tyrannosaurus regina.

Sementara, spesies kedua lebih kekar dan mempertahankan nama T-rex.

Tim juga menemukan variasi bentuk gigi di rahang bawah yang membatu dan menyebut, bahwa itu merupakan bukti lebih lanjut yang mendukung gagasan bahwa T-rex terdiri dari tiga spesies.

Namun sekarang, sebuah studi oleh James Napoli di American Museum of Natural History di New York dan rekan-rekannya telah mengkritik hasil tersebut.

Dengan menganalisis kembali data dengan metode yang membuat lebih sedikit asumsi tentang bagaimana spesimen dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, tim Napoli menemukan bahwa fosil-fosil tersebut mengelompok sebagai satu kelompok, bukan sebagai spesies yang terpisah.

"Saya tak berpikir data yang mereka berikan meyakinkan. Kami menemukan, bahwa spesimen hanya mengelompok sebagai satu kelompok, menunjukkan satu kelompok saja," papar Napoli.

Tim Napoli juga mengkritisi cara tim Persons dalam mengukur gigi dinosaurus.

"Pengukuran mereka terhadap ukuran gigi tidak sesuai dengan yang kami miliki. Pada kenyataannya dalam beberapa kasus, jika gigi hilang, tim Persons mengukur ukuran soket gigi dan itu bisa menyesatkan," jelas Napoli.

Persons sendiri menanggapi kritikan itu dengan terbuka dan masih tetap mendukung argumen yang ia buat bersama timnya.

Sementara itu ahli paleontologi lain mengatakan, bahwa perdebatan ini tak sepenuhnya tertutup.

Lebih banyak fosil yang dianalisis maka dapat mengubah gambaran tersebut. Mungkin saja beberapa fosil T-rex yang tersimpan di museum, sebenarnya berasal dari spesies yang berbeda dan peneliti belum melihat sifat yang tepat.

"Masalah memahami variasi pada T-rex atau spesies lain itu tergantung pada ukuran sampel," papar Thomas Carr, dari Carthage College di Wisconsin.

Baca juga: Temuan Fosil Dinosaurus di Argentina Disebut Bisa Jelaskan Penyebab T-Rex Bertangan Pendek

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.